Browse By

Kasus Dugaan Korupsi DD, Penyidik Periksa Camat Paiton

Yasin menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan penyunatan dana desa di Kecamatan Paiton, kemarin.

Terkait Kasus Penyunatan Dana Desa

KRAKSAAN – Berkas perkara  dugaan korupsi dana desa dengan  tersangka Kasi Pembangunan (Kasipem) Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Abdul Muhaimin, telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo, awal pekan kemarin.

Namun, kini Penyidik Polres Probolinggo masih melakukan pemeriksaan tambahan  terhadap saksi. Kemarin yang diperiksa Camat Paiton M. Yasin. Kemarin, Yasin diperiksa penyidik di Mapolres Probolinggo mulai sekitar pukul 09.00 WIB sampai sekitar pukul  12.00 WIB. Selama menjalani pemeriksaan, Yasin tak di dampingi penasihat hukum. 

Kapolres Probolinggo AKBP  Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, Yasin diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi dana desa dengan tersangka  Abdul Muhaimin. “Camat Paiton (Yasin) kami periksa, tapi sebagai  saksi,” ujarnya kepada Jawa Pos  Radar Bromo, kemarin.

Loading...

Disinggung soal alasan Yasin baru diperiksa, Arman mengatakan, selama kasusnya belum masuk pelimpahan tahap dua, itu masih menjadi ranah penyidik. Setelah dilimpahkan tahap pertama,   rupanya masih perlu dilakukan pemeriksaan terhadap Yasin.  Mengingat, Yasin merupakan Camat Paiton yang merupakan  atasan tersangka.

Selain itu, Yasin  juga dianggap sebagai orang yang  harus mengawasi terhadap penggunaan dana desa di wilayahnya.  “Kami periksa Camat (Yasin),  karena memang atasan tersangka.  Pemeriksaan hanya seputar soal  dana desa dan proses penggunaannya,” ujarnya. 

Yasin mengakui, dirinya dipanggil dan diperiksa penyidik sebagai  saksi. Sebagai orang yang mengerti hukum, katanya, pihaknya  harus patuh. Karenanya, ketika   dipanggil untuk dimintai keterangan dirinya datang. “Saya tadi  datang sendirian. Soal keterangan   apa saja, itu ranah penyidik untuk  menjawab,” ujarnya. 

Diketahui, Polres Probolinggo menyelidiki dugaan potongan dana desa di Kecamatan Paiton. Hasilnya, Rabu (17/5) lalu, tim polres mengamankan barang bukti. Termasuk,  duit Rp 137 juta dari tangan petugas  kantor kas Bank Jatim Nurul Jadid,  Paiton berinisial W. 

Kepada polisi, W mengaku hanya menjalankan perintah Abdul Muhaimin.   Hari itu juga polisi menjemput Muhaimin di kantornya. Muhaimin langsung ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan. Namun, Senin (22/5) sore, penahanan Muhaimin ditangguhkan. (radar)