Browse By

Warga Probolinggo Ini Melaporkan Ada Pecahan Kaca di Garamnya

Garam yang diduga ada campuran pecahan beling

MAYANGAN – Ratnawati, 48, warga Kecamatan Mayangan, Kota  Probolinggo, melaporkan dugaan garam bercampur pecahan kaca ke DPRD setempat. Indikasinya, garam tersebut tak larut meski sudah direndam semalaman. Bentuknya juga mirip pecahan kaca.  Ia menduga bahwa garam itu bercampur pecahan kaca ketika hendak menggoreng ikan, Jumat (11/8) lalu.

Sekitar sepekan sebelumnya, ia membeli garam  kemasan di salah satu warung.  Garam kemasan itu sebagian ia masukkan ke dalam wadah garam miliknya.  “Agar ikan sedap, ikan tongkol  direndam dengan garam. Ketika garam direndam, ternyata tidak  larut. Ketika dipegang, teksturnya  padat dan tajam seperti kaca,” katanya.

Ia semakin curiga setelah mendengar pemberitaan di  daerah lain ditemukan garam bercampur pecahan kaca. “Saya sengaja rendam garam tersebut semalaman, ternyata  tidak larut juga,” katanya. Untuk menguatkan dugaannya, ia menyuruh anaknya untuk membeli garam dengan merek yang sama. Ternyata, garam seberat  250 gram seharga Rp 2.500 itu  hasilnya sama, bahkan serpihan yang diduga kaca lebih besar  dan tajam.

Karena itu, ia melaporkan persoalan ini ke Wakil Ketua DPRD Zulfikar Imawan. Sabtu (12/8)  lalu, politisi Partai NasDem itu  mendatangi Ratnawati. Iwan–sapaan akrabnya – membenarkan laporan itu. Namun, ia belum  memastikan apakah garam tersebut memang dicampur dengan pecahan kaca.

Loading...

“Sepintas terlihat seperti pecahan beling. Namun, harus di uji lab terlebih dahulu. Mengingat harga pecahan beling dengan  garam, justru lebih mahal beling.  Sehingga, secara logika tak mungkin dicampur dengan pecahan beling. Kecuali niatnya sabotase. Karena itu, untuk memastikannya tetap harus dilakukan uji lab,”  terangnya.

Lebih lanjut, Iwan mengatakan, secara fisik garam yang tidak  larut itu memang seperti pecahan kaca. Apalagi, teksturnya butirannya berbeda dengan yang  lain. Garam yang mirip pecahan  kaca itu juga tidak larut. Berbeda dengan garam normal, yang larur ketika dimasukkan ke air.  Untuk itu, Iwan mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP).

“Kalau  tidak besok, lusa saya akan berikan dan berkoordinasi dengan  DKUPP untuk melakukan uji lab,” terangnya. Setelah uji laboratorium keluar, ia berharap hal ini tak meresahkan masyarakat. Sementara, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang. Terpisah, Kepala DKUPP Gatot  Wahyudi serta Kabid Perdagangan Sugeng Riyadi, belum  memberikan respons kala dihubungi koran ini melalui ponselnya. (radar)