Browse By

Petugas Imigrasi Sita 8 Bal Rokok dan Obat Kuat dari CJH asal Giliketapang

Ilustrasi

SURABAYA – Untuk kesekian kalinya,  ditemukan CJH asal Kabupaten Probolinggo yang membawa barang yang dilarang. Yakni  sejumlah rokok dan obat kuat.  Hal itu diketahui saat petugas Imigrasi Bandara Juanda melakukan pemeriksaan tas dan koper  bawaan jamaah melalui mesin x-ray.

Hasilnya, ada 8 koper CJH yang terdapat puluhan rokok dan ratusan bungkus jamu dan obat-obatan. Seperti jamu sehat wanita dan obat kuat. Koper-koper itu diketahui milik CJH asal  Giliketapang, Kecamatan Sumberasih.

Kasi Haji Kemenag Kabupaten Probolinggo Muklason mengungkapkan pihaknya sejatinya sudah mewanti-wanti kepada CJH untuk  tak melanggar aturan dengan membawa  barang yang dilarang. Namun, tetap saja ada yang melanggar.

Pemilik koper yang membawa barang ter-  larang itu pun disebutkan Muklason bakal disanksi. Jika dikalkulasi, isi 8 tas yang disita  itu mencapai sekitar Rp 30 juta. “Dari 8  koper, 3 di antaranya berisi rokok saja. Lainya  campuran. Termasuk obat kuat. Rokoknya  saja sekitar 8 bal (800 pak). Jika diduitkan  sekitar Rp 30 juta-an,” bebernya.

Loading...

Disebutkan Muklason, barang-barang itu rencananya tidak dikembalikan. Hal itu  sebagai efek jera. “Pada 2014, pernah terjadi  hal serupa. Namun, rokoknya tak sebanyak ini. Kami kembalikan. Eh, ternyata terjadi lagi dengan barang yang lebih banyak. Maka, sebagai sanksi dan untuk efek jera, kali ini kami takan kembalikan barangnya,” jelasnya.

Selanjutnya barang tersebut akan disita dan dilelang. Uang hasil lelangbarang itu, nantinya akan diberikan pada anak yatim piatu dan orang miskin. (radar)