Browse By

Janin Hasil Aborsi Ditemukan Mengambang di Sungai

Janin bayi yang ditemukan di sungai Kelurahan Sukoharjo, Senin (14/8) sore. Diduga kuat janin itu baru saja di aborsi.

KANIGARAN – Warga RT 1/RW 2, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, kemarin  (14/8) sekitar pukul 14.15, mendadak  heboh. Itu, setelah ditemukannya janin berjenis kelamin laki-laki di sungai kelurahan setempat. Janin  itu ditemukan kelima bocah setempat yang hendak menonton  warga memancing.

Menurut Asrul, 10, ia dan teman-temannya semula hendak melihat orang yang sedang memancing  di sungai kelurahan setempat.  Di perjalanan, mereka melihat sebuah  benda mirip boneka.  Karena penasaran, Imam, 11,  salah satu di antara bocah-bocah  itu, menyentuh dan membalikkan  benda tersebut menggunakan  kayu.

Setelah dibalik, ternyata benda itu sebuah janin. Imam kemudian  mengangkat janin itu. Sementara lainnya melaporkan temuan ini  pada ketua RT setempat, Sumaryono.  “Kita mau melihat orang mancing. Ketika berjalan di tepi kali, ada benda yang terapung. Kita pikir itu boneka. Setelah  di balik dengan kayu oleh Imam,   ternyata bayi. Akhirnya Imam mengangkatnya ke tepi sungai,  sedang yang lain memanggil Pak  RT,” terangnya.

Sumaryono mengatakan, saat di angkat, janin bayi itu dalam keadaan tak terbungkus apa-apa. Ia kemudian mengangkat janin tersebut dan mengambil kain yang berada tak jauh dari tempat  bayi itu diletakkan. “Setelah saya bungkus dengan  kain, saya bawa ke pos ronda  yang jaraknya sekitar 15 meter  dari sungai. Saya minta warga  untuk melaporkan temuan ini   ke polisi yang berada di Pos Lantas  Randupangger,” terangnya.

Loading...

Oleh polisi, Sumaryono diminta  membawa janin itu ke Pos Lantas.  Saat diangkat, ia merasakan jika janin sempat bergerak. “Ketika  saya angkat, tangannya sempat  bergerak. Soal warga yang hamil,  di sini tidak ada. Mungkin warga luar, karena sungai ini perbatasan  antara Kelurahan Jati dengan Kelurahan Sukoharjo,” terangnya.

Sementara itu, dari informasi  yang dihimpun koran ini, sebelum kejadian ada seorang pria dan wanita mondar-mandir dan duduk di pos ronda tersebut.  Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengungkapkan,  janin tersebut diperkirakan berusia sekitar 4-5 bulan. Diduga, janin itu korban aborsi.

“Kemungkinan hasil hubungan gelap. Jika bukan hasil hubungan gelap, maka kecil kemungkinan melakukan aborsi. Ini sadis. Kalau  prediksi kami, diperkirakan bayi dibuang sekitar satu hingga dua jam sebelumnya,” terangnya.

Selain bayi, juga ditemukan barang bukti berupa baju bayi yang juga dibuang di sungai. Dari hasil penyelidikan sementara,  juga ditemukan beberapa helai rambut berwarna pirang dengan panjang 25 hingga 30 sentimeter. Untuk memastikannya, polisi akan memeriksa Closed Circuit  Television (CCTV) yang terpasang  di sekitar pos ronda.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih dalam. Kita juga akan mendata dan mengumpulkan  beberapa wanita hamil muda  yang terindikasi melakukan hal  ini. Termasuk melakukan pengecekan terhadap CCTV yang ada,” katanya. (radar)