Browse By

Gudang Mebel Ludes Dilalap Api

Petugas PMK Kabupaten Probolinggo saat melakukan penyemprotan ke material gudang mebel di Desa Pabean, Dringu yang dilalap api, Minggu (13-8).

DRINGU – Si jago merah mengamuk di sebuah usaha mebel kayu milik Ngateri, 42, di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Minggu  (13/8) malam. Api menghanguskan sejumlah barang berharga milik  korban.

Dalam kurun waktu sekitar 1,5 jam, api telah menghanguskan sejumlah barang berharga. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 60 juta. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, titik api pertama kali diketahui sekitar pukul 21.00.

Misti,  46, salah satu warga setempat mengatakan, ia awalnya mendengar  suara kabel yang terbakar.  Tak berselang lama, ada dua warga mengetuk pintu pagarnya.  Warga itu memberi tahu bahwa  gudang kayu yang ada di utara rumahnya terbakar.

“Ketika saya keluar, api sudah membakar bagian tengah atap mebel. Sepertinya kabel yang terbakar diterpa angin kencang. Sehingga, apinya mengenai atap mebel dan membuatnya terbakar,” terangnya. Ngateri, pemilik mebel Umiyati mengungkapkan, saat api menyala, tak ada orang di dalam gudang mebelnya itu.

Loading...

Tujuh karyawannya sudah pulang. Sementara ia dan keluarganya tinggal di rumah Dusun Bandaran, Desa Dringu.  Menurutnya, selama pukul 19.00 hingga 20.00, ia masih berada di tempat usahanya itu.  “Sekitar pukul 21.30 saya dikabari  bahwa mebel terbakar. Serentak saya langsung ke sini (TKP),”  jelasnya.

Api sendiri baru bisa di padamkan sekitar pukul 22.30. Menurutnya, bagian yang terbakar yakni  gudang bagian produksi berukuran 5 x 5 meter. Satu gudang itu disekat menjadi dua bagian.  “Untungnya, meja, kursi, dan  lemari yang sudah jadi tak sampai   terbakar semuanya. Mengingat, selain beberapa berhasil diselamatkan dan bebeberapa  ditaruh di tempat yang berbeda,” bebernya.

Api menghanguskan  bahan mentah dan setengah jadi  dari kayu jati. Kanit Sabhara Polsek Dringu  Aiptu Riyantoso mengungkapkan, pihak Reskrim masih melakukan identifikasi dan penyelidikan lebih  lanjut. “Sehingga, belum bisa  dipastikan penyebab utamanya,” jelasnya. (radar)