Browse By

Korban Penipuan CPNS Oleh Pasutri Bertambah Jadi 10 Orang

Imam Syafii dan Abdul Ghofur menunggu di ruang penyelidikan untuk menjadi saksi sekaligus korban penipuan pasutri penipu.

Total Kerugian Capai Rp 310 Juta

KRAKSAAN – Korban pasangan  suami istri (pasutri) Reza dan Umila,  bertambah. Sampai Sabtu (12/8) lalu, korban yang melapor ke polisi  jadi 10 orang. Dua korban terakhir yang melapor  ke Mapolres Sabtu lalu adalah Imam  Syafi’i, warga Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan.

Dengan kerugian sekitar Rp 5.350.000 dan Muhammad Abdul  Gafur, 22, asal Desa Maron Kidul Kecamatan Maron, kerugian Rp 10.350.000. Sehingga, jumlah korban yang sudah melapor ada  10 orang, dengan kerugian total hampir Rp 310 juta.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasatreskrim AKP Hariyanto Rantesalu saat dikonfirmasi mengatakan, kasus penipuan CPNS yang ditangani ternyata mendapat perhatian masyarakat luas.  Terbukti, satu persatu warga yang pernah ditipu oleh kedua tersangka langsung datang dan  melapor ke Mapolres.

Loading...

”Ada dua korban tambahan yang melapor. Kedua korban ini  memastikan juga menjadi korban penipuan oleh kedua tersangka,” katanya kepada Jawa Pos Radar  Bromo, kemarin.   Kasatreskrim menjelaskan, kerugian yang dialami para korban sementara mencapai total hampir  Rp 310 juta.

Namun, tidak menutup kemungkinan, bakal ada korban lain atas perbuatan penipuan CPNS oleh kedua tersangka tersebut. Mengingat, modus kedua tersangka untuk memikat  dan membuat para korban percaya dengan berbagai cara.

Mulai tersangka mengaku sebagai orang kepercayaan almarhum H. Nawi, sekda Kabupaten  Probolinggo sampai menunjukkan SK pengangkatan yang terbitkan pemerintah daerah.  ”Sampai saat ini, kedua tersangka ini tidak mengakui semua  perbuatannya.

Bahkan, tersangka ini sudah mengubah BAP (Berita Acara Pemeriksaan) sampai enam kali. Mulai dari membantah tidak terlibat sama sekali, kemudian berubah, dan berubah lagi,” ungkapnya. Imam Syafi’i, salah satu korban  yang melapor kemarin mengaku,  dirinya menjadi korban penipuan  CPNS oleh kedua tersangka pada   akhir Maret 2017 lalu.

Saat itu, dirinya bersama temannya, M.  Abdul Gafur (korban) baru keluar dari BPJS Kota Probolinggo. Tiba- tiba, tersangka datang menghampiri dan menyampaikan ada   pekerjaan, bahwa dibutuhkan  3 orang sebagai Satpol PP. Selain  Sat pol PP, ada juga Dishub serta   Dinas Pendapatan. Dirinya sendiri ditawarkan sebagai Satpol PP  karena lebih cocok.

”Setelah bertemu di kantor BPJS,  keesokannya saya datangi ke rumahnya dan diminta uang Rp   350 ribu, untuk membeli blangko  formulir lamaran. Beberapa hari kemudian, minta lagi Rp 5 juta. Setelah itu tidak ada kabarnya   lagi, ternyata malah dengar informasi kayak gini  penipuan),”  terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pasutri Reza bin Ali, 47 dan Umila, 41, warga Jalan Suyoso, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dibekuk polisi lantaran  diduga melakukan penipuan.  Modusnya, keduanya melakukan  penipuan dengan embel-embel  bisa memasukkan seseorang menjadi calon pegawai negeri   sipil (CPNS). (radar)