Browse By

JPU-PH Resmi Ajukan Banding Atas Vonis Dimas Kanjeng

PH Dimas Kanjeng M Sholeh menunjukkan akta pengajuan banding atas vonis Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Selasa (8/8).

KRAKSAAN – Penasihat Hukum (PH) terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menandatangani akta banding di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, Selasa (8/8). Kedua belah pihak resmi mengajukan banding atas vonis 18 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim pada Taat, pada sidang Selasa (1/8) lalu.

Yudistira Alfian, humas PN Kraksaan mengatakan, sepekan pascaputusan dibacakan oleh majelis hakim, JPU dan PH sudah menyatakan banding. Dengan begitu, selanjutnya tugas PN untuk menyerahkan pengajuan banding tersebut ke PT Jatim.

“Penasihat hukum terdakwa Taat Pribadi dan JPU, sudah sama-sama menyatakan banding dan menandatangani akta permintaan banding hari ini,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Yudistira menjelaskan, sesuai dengan KUHAP, tidak ada aturan batas waktu pengiriman berkas pengajuan banding itu ke PT Jatim. Namun, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Mahkamah Agung, berkas pengajuan banding sudah harus diserahkan ke PT Jatim, paling lambat 14 hari.

Loading...

“Paling lama 14 hari sudah harus dikirim ke PT. Apakah PH atau JPU menyertakan memori banding lewat PN atau menyerahkan langsung ke PT Jatim, silakan. Tapi, lebih baiknya memori banding dijadikan satu dengan berkas pengajuan banding,” terangnya.

Sementara itu, Muhammad Sholeh selaku PH terdakwa Taat menjelaskan, pihaknya selaku kuasa hukum memberikan nasihat pada terdakwa Taat untuk banding. Karena masih ada peluang untuk bebas di Pengadilan Tinggi.

“Sudah sering PT menganulir putusan PN. Jangan khawatir, memori banding akan saya buat untuk meng-counter pertimbangan hukum majelis PN Kraksaan. Dan, saya masih punya keyakinan PT akan berani membebaskan terdakwa,” katanya. Selain menandatangani akta permintaan banding, ia juga meminta salinan putusan pada PN Kraksaan.

Dari salinan putusan itu, pihaknya akan menyusun memori banding yang diserahkan dalam berkas pengajuan banding.  “Salinan putusan baru kami ambil. Nanti kami akan buat memori banding secepatnya,” terangnya.

Sementara itu, JPU Dohar mengatakan, pihaknya juga sudah menandatangani akta permintaan banding. “Memori banding masih belum diserahkan karena masih ada di tim JPU,” ujarnya singkat. (radar)