Browse By

Bulog Naikkan Harga Serapan Beras

Kebijakan menaikkan harga serapan gabah dan beras, agar petani menjualnya ke Bulog.

GADINGREJO – Bulog menaikkan harga serapan gabah dan beras. Untuk Gabah Kering Giling (GKG) yang mulanya Rp 4.650 per kilogram, naik menjadi Rp 5.115 per kilogramnya.

Sementara untuk harga beras dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang mulanya Rp 7.300 naik menjadi Rp 8.030 per kilogramnya.

Kenaikan ini untuk meningkatkan serapan beras atau gabah ke Bulog. Faizal Azhari Rambe, kepala Bulog Divre Malang yang membawahi wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan mengatakan, sejak Senin (7/8), Bulog Malang sudah mendapatkan surat terkait kenaikan harga serapan gabah dan beras ke Bulog.

“Sudah ada surat yang turun dari Bulog pusat langsung dan mulai hari ini (Selasa) memang ada kenaikan harga untuk gabah dan beras,” ungkapnya.

Loading...

HPP gabah dan beras, memang belum ada kenaikan sejak tahun 2015, tepatnya saat keluarnya Inpres Nomor 5/2015. Setelah surat dari Bulog pusat turun, maka Bulog Divre Malang langsung memberlakukan harga serapan, sesuai instruksi pusat.

Akhmad Prayogo, ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pasuruan mengaku, belum mendapatkan informasi terkait kenaikan harga serapan ke Bulog dari petani. Namun, kenaikan tersebut, menurutnya, masih terlalu rendah.

“Untuk harga serapan beras Rp 8.030 per kilogramnya, kami rasa masih murah. Harusnya kalau ingin petani sejahtera, paling tidak harganya bisa mencapai Rp 9 ribu per kilogramnya,” ungkapnya.

Prayogo mengatakan, saat ini biaya operasional petani sendiri terus meningkat. Selain harga bibit, pupuk, hama, tenaga kerja atau buruh tani juga makin mahal. Sehingga, petani banyak yang memilih menjual ke tengkulak lantaran harganya bisa lebih tinggi.

“Kalau ke tengkulak saja bisa Rp 8.700 per kilogram dan langsung tunai. Kalau ke Bulog selain lebih murah, juga ribet. Jadi memang petani memilih yang mudah saja,” ungkapnya. (radar)