Browse By

Wereng “Teror” Petani Padi

Dinas Pertanian Sebut Belasan  Hektare Diserang

BANGIL – Anomali cuaca belakangan ini benar-benar mengancam tanaman padi. Betapa tidak, kondisi ini membuat hama  wereng kian menyebar dan menebar teror bagi para petani di wilayah Kabupaten Pasuruan. Hal ini pun menjadi perhatian anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan.

Dewan berharap  agar dinas terkait melakukan langkah agar hama wereng tersebut tertangani. Sebab, bila dib iarkan,  mengancam produksi padi. Bukan   tidak mungkin gagal panen masal bisa dialami petani. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi menuturkan, hama wereng memang tengah mewabah di  sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Loading...

Hama tersebut berbahaya, bila tak segera  tertangani. Karena bisa merusakkan tanaman padi, sehingga membuat petani gagal panen. Parahnya, obat pembasmi hama yang diberikan oleh Dinas Pertanian diklaim tak mempan.

“Nah, inilah yang menjadi persoalan.  Di saat banyak hama wereng  menyerang lahan petani, obat yang diberikan dinas terkait tidak mempan,” jelas Andri. Politisi asal Pandaan ini pun mendorong agar Dinas Pertanian  cepat tanggap. Supaya, wabah tersebut bisa teratasi dan tak menjadi ancaman serius dari  pihak petani.

“Kami sudah banyak menerima laporan. Kami berharap agar ada tindak lanjut. Dan, kami juga menyarankan agar petani mengikuti  program asuransi tani,” bebernya.  Senada diungkapkan anggota Komisi II DPRD KabupatenPasuruan, Rohani Siswanto. Ia pun mengajak agar Dinas Pertanian, turun ke lapangan untuk mengecek ke lokasi.

“Kami sepakat untuk mengajak dinas  terkait meninjau ke lapangan.  Dalam waktu dekat ini, hal itu akan kami lakukan,” bebernya  dalam hearing kemarin (7/8).  Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan  Ihwan menguraikan, anomali  cuaca memang berdampak ter hadap ancaman wabah penyakit wereng.

Sejauh ini, pihaknya sudah menerima sejumlah laporan terkait hal tersebut.   Bahkan, obat-obatan untuk pembasmi hama wereng itu sering dik eluarkan beberapa pekan  terakhir. Dari catatannya, ada sekitar 15 hektare lahan yang terserang hama wereng.

“Karena daerah itulah, yang endemis hama wereng. Rencananya,  kami akan melakukan peninjauan untuk memastikan kondisi di lapangan,” sambungnya. Serangan hama wereng ini sudah direspons petugas penyuluh dan mantri pertanian Provinsi Jatim dan Pemkab Pasuruan.

Jumat (4/8)  lalu, tiga petugas mendatangi  Dusun/Desa Beji. Di sana, petugas  menjelaskan soal kartu tani yang harus segera dimiliki petani. Karena kartu tani nanti berguna un tuk melihat kebutuhan pupuk petani dan juga membeli pupuk  bersubsidi.   Petugas juga mengajarkan  bagaimana menyemprot hama dengan sistem masal.

“Kami  diajarkan menyemprot pada pangkal dahannya. Bukan bagian atasnya,” ujar Darmo, petani yang  juga ulu-ulu pertanian di Dusun   Beji. (radar)