Browse By

Dua Begal Mobil Dibekuk

Khodir (dua dari kiri) harus berjalan tertatih usai ditembak karena melawan saat ditangkap.

Pelaku Juga Ditembak

BANGIL – Pelarian Khodir, 35, warga Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, berakhir. Spesialis begal mobil ini diringkus setelah sempat buron sebulan belakangan. Tak hanya dikerangkeng, petugas juga melumpuhkannya dengan timah panas lantaran pelaku mencoba melawan saat ditangkap.

Kemarin (7/8), residivis pelaku pencurian dengan perampasan itu ditunjukkan ke awak media. Khodir tak sendiri. Ia ditunjukkan  bersama rekannya, Sulton Nawawi, 39, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tutur, yang ditangkap anggota Satreskrim Polsek Tutur.

Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal  dari aksi kejahatan yang telah mereka lakukan. Mereka melakukan perampasan sebuah mobil pikap milik Samsuri, warga Ploasan Timur, Desa/Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Loading...

Aksi begal itu berlangsung 1 Juli 2017 lalu, sekitar pukul 13.30. Ketika itu, korban dalam perjalanan menuju Tutur. Namun,  sampai di jalan kampung Dusun  Garutan, Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, korban dihadang  oleh para pelaku yang juga mengendarai mobil.

“Pelakunya berjumlah empat  orang. Para pelaku menguntit  korban dengan mengendarai  mobil. Begitu mendahului korban, para pelaku langsung memotong jalur korban hingga membuat korban tak bisa melanjutkan perjalanan.  Saat itulah, dua pelaku menghampiri dan melakukan perampasan,” jelas  Raydian.

Pelaku kemudian menodongkan  pedang ke arah Samsuri. Mendapat todongan pedang itu, sontak saja korban ketakutan. Ketakutan itulah, yang dimanfaatkan para pelaku untuk menjarah barang-barang milik Samsuri.  “Setelah berhasil meminta barang-barang berharga milik korban, para pelaku meminta korban keluar dari mobil. Selanjutnya, pelaku pun menguasai mobil pikap itu dan kabur ke arah Sapulante, Kecamatan Pasrepan,”  tambah Kapolres.

Akibat kejadian itu, korban menderita kerugian hampir Rp 130 juta.  Samsuri lantas melaporkan  kasus yang menimpanya itu ke polisi. Dari laporan itulah, petugas  bergerak melakukan perburuan.  Perburuan itu membuahkan hasil, Rabu (2/8) lalu.

Ketika itu, polisi berhasil menemukan tempat persembunyian Khodir. Ia bersumbunyi di wilayah Sapulante, Pasrepan. Saat digerebek, pelaku didapati tengah fly imbas narkoba jenis sabu-sabu yang dikonsumsinya. “Tersangka KBS (Khodir bin Satrawin) berusaha melawan saat hendak ditangkap. Sehingga,  petugas terpaksa menghadiahi  timah panas,” ungkap mantan  Kapolres Lumajang ini.

Dalam penggerebekan itu, petugas juga mengamankan sabu-sabu seberat 0,5 gram yang dibagi dua plastik kecil. Pelaku diamankan bersama sejumlah barang  bukti yang ditemukan. Upaya perburuan tak hanya berhenti di situ.  Tak lama kemudian, Satreskrim  Polsek Tutur juga menangkap anggota komplotan lainnya. Yakni,  Sulton Nawawi, 39, warga Dusun  Krajan, Desa/Kecamatan Tutur.

Ia ditangkap Jumat (4/8) atau dua  hari kemudian.  Sejauh ini, polisi masih melakukan pengembangan. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tersangka atas nama Khodir merupakan residivis yang pernah  masuk bui tahun 2011 silam. Ia  di tangkap atas kasus yang sama  dan dihukum selama 1,5 tahun  penjara.

Dalam pemeriksaan itu pula,  pelaku diketahui sudah sekian kali beraksi. Ada lima kasus perampasan yang pernah dilakukan. Rata-rata menyasar mobil. “Sekarang kami masih memburu dua pelaku yang lain. Barang bukti yang kami amankan dari perkara ini, tiga unit mobil, linggis, pedang, SS, dan sejumlah barang bukti lainnya,” bebernya.

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka dijerat pasal 365 KUHP. Khusus untuk Khodir, juga terancam jeratan pasal 480 KUHP  tentang Penadah. Ancamannya,  bisa 9 tahun penjara. (radar)