Browse By

Pasutri Tewas Disasak Bus di Beji

Pasutri Winoto dan Sri tergeletak di jalan usai dihantam bus Pahala Kencana.

BEJI – Perjalanan Winoto, 31 dan istrinya, Sri Yanti, 23, ke rumah kerabatnya di Gondanglegi, Kecamatan Beji, kemarin (6/8) berakhir tragis. Di tengah perjalanan, pasangan suami istri (pasutri) asal Dusun Kemloko, Desa/Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, itu terlibat kecelakaan tragis yang menyebabkan keduanya tewas.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, saat itu keduanya mengendarai motor Honda Beat, nopol N 5565 TBK. Mulanya,  perjalanan kedua pasangan itu berjalan lancar.  Namun, petaka muncul saat keduanya melintas di Jalan Raya Cangkringmalang, Kecamatan Beji, sekitar pukul 09.30.

Saat itu, dari arah berlawanan muncul bus PO Pahala Kencana yang melaju dari arah Surabaya.  Bus nopol D 7698 AN itu melaju dengan kencang dan masuk jalur yang dilintasi korban. Tentu saja,  korban tak dapat menghindar. Akibatnya fatal. Bus yang dikemudikan Uzer Wahyuda, 42, warga Desa Parung Banteng, Kecamatan Katulampa, Kota  Bogor, itu menghantam kedua korban.

“Bus melaju dari arah barat. Sampai di lokasi, masuk jalur berlawanan karena hendak mendahului kendaraan di depannya.  Namun, karena jarak yang sudah  dekat, membuat pengemudi motor yang melaju dari arah timur tak sempat menghindar. Tabrakan pun tak bisa dielakkan,”  ungkap Kanit Lantas Polsek Beji Ipda M. Rofik.

Loading...

Saat itu, kedua korban masih hidup. Keduanya lantas dilarikan ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob, Watukosek, Gempol, lantaran mengalami luka parah. Keduanya mengalami luka pada tangan dan kaki kanannya dan harus menjalani perawatan intensif.

Namun, ajal tak bisa dielak. Keduanya meregang nyawa saat menjalani perawatan di  rumah sakit. Rofik menambahkan, kecelakaan itu dipicu pengemudi bus yang kurang  memperhatikan arus. “Pengemudi bus, berada di posisi yang kurang menguntungkan,” sambungnya. (radar)