Browse By

Berlagak Preman, 5 Bocah Dipolisikan

Kelima bocah yang diserahkan warga ke polisi usai memalak empat pemuda.

WONOASIH – Sejumlah bocah berlagak preman, memalak empat pemuda asal Kabupaten Karanganyar di dalam bak truk yang melaju di Jalan Prof. Hamka, Kecamatan  Wonoasih, Kota Probolinggo, Rabu (2/8) malam lalu. Akibatnya, sejumlah barang  milik korban raib diambil pelaku.

Korban juga menderita luka setelah dikeroyok belasan anak.  Diketahui, empat remaja yang  hendak pulang ke Solo dari Lumajang itu bernama Rahmono Setyawan, 26, asal Dusun Bulu, Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar;  Wahyu Yulianto, 20, asal Kabupa ten Karanganyar; Andriyanto, 20, asal Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar;  Rudi Purwanto, 19, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.

Adapun lima anak yang diamankan polisi yakni, HD, 13, asal Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo; ML, 16, asal Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo; ID, 16, asal  Desa Kaliasalam, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo; Yusmider Jazuli, 18, warga DesaKaliamas, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo; dan Diva Nabilillah, 18, warga Tumpang, Malang.

Menurut Rahmono, saat itu ia dan rekan-rekannya hendak  menjenguk saudaranya yang ada  di Lumajang. Mereka berangkat  dari Solo naik bus. Sementara, ketika pulang, uang saku mereka menipis. Pilihannya, mereka menumpang pada truk.

Loading...

Ketika sampai di simpang empat Wonoasih, ada sejumlah remaja yang ikut gandol dalam truknya. Selanjutnya, kelima remaja itu mengajak temannya  bergabung di dalam truk tersebut.  Saat itu, kurang lebih ada sekitar 15 remaja. “Mereka pakai atribut sepak bola. Seperti habis nonton bola,” terang Rahmono.

Posisi jalan waktu itu padat  merayap. Salah satu pria dari 15  orang itu kemudian meminta  rokok padanya. Ia pun memberikan rokok yang diminta. Tak  puas, remaja lainnya kemudian meminta baju yang digunakan Wahyu Yulianto. “Pria itu men gatakan, lepas bajunya. Ia me minta kemeja teman saja. Teman saya menolak,” terangnya.

Mereka juga menarik tas yang ia kenakan dan mengambil dompet plus  ponselnya. Lantaran tak terima, aksi perkelahian pun  terjadi antara 15 remaja melawan empat orang asal Karanganyar  tersebut. Tak hanya adu jotos,  salah seorang pelaku ada yang mengeluarkan sebilah pisau. Beruntung, aksi keroyokan itu  tak berlanjut.   Pelaku kemudian turun dari truk dan kabur.

“Dompet saya  dibuang di area persawahan.  Uangnya diambil, yang didompet tinggal Rp 50 ribu saja,” terangnya. Untungnya, dari sekitar 15 remaja itu, 3 di antaranya berhasil ia pegang, sedang dua lagi ditangkap warga sekitar yang  melihat kejadian.

Rahmono dkk mengalami luka  akibat kejadian tersebut. Yakni, di bagian siku sebelah kiri, punggung, dan kepala, akibat pukulan menggunakan sabuk. Adapun barang yang dirampas yakni HP merek Oppo Neo 7; dompet berisi ATM, KTP, SIM, STNK; serta uang Rp 215 ribu.

Warga yang  mengetahui kejadian ini, langsung membawa korban dan pelaku ke Mapolresta. Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengungkapkan, pelaku tak akan ditahan. Alasannya,  karena masih di bawah umur.  Mereka akan menjalani diversi  atau pengalihan penyelesaian  perkara anak, dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Apalagi, orang tua pelaku ketika dipanggil ke Mapolresta,  bersedia mengganti uang sebesar Rp 2 juta, termasuk pengurusan KTP, SIM, dan STNK yang hilang. “Lantaran korban sepakat tidak melakukan upaya hukum, dengan catatan segala kerugian dibayar, maka kelima  orang tua pelaku iuran untuk mengganti kerugian yang ada,” bebernya. (radar)