Browse By

Wisatawan Rusia Terjebak 5 Jam

Ruslavrushko (kiri) sesaat setelah ditemukan tim SAr tNBtS.

Salah Jalan saat Turun dari Kawah Bromo

SUKAPURA – Rabpywko Ruslavrushko, 35, wisatawan asal Rusia terjebak di jalur antara Gunung  Bromo dan Gunung Batok. Empat rekannya yang mengetahui Ruslavrushko terjebak, memilih melaporkan kejadian ini ke petugas Taman Nasional  Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Ruslavrushko baru bisa dievakuasi 5 jam kemudian.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo,  Ruslavrushko sedang asyik menyusuri kawah Gunung Bromo dengan keempat rekannya. Masing-  masing dua laki-laki dan dua perempuan yang  juga berkebangsaan Rusia.  

Seperti halnya wisatawan lainnya, setibanya di atas kawah, mereka melakukan foto bersama untuk mengabadikan momen keindahan Gunung Bromo.  Setelah itu, kelima wisatawan itu  kemudian menyusuri bibir kawah melalui jalur sebalah kiri. 

Loading...

Mulanya mereka asyik berfoto  di sepanjang perjalanan menyusuri bibir kawah. Meski kawasan Bromo kemarin terjadi badai pasir, mereka tetap enjoy. Padahal, badai pasir yang terjadi,  membuat jarak pandang mereka terbatas.

Setelah asyik menyusuri bibir kawah sebelum anak tangga,  Ruslavrushko dan temannya menemukan jalan setapak yang  berada di antara Gunung Bromo  dan Gunung Batok. Kelima wisatawan ini lantas mengikuti  jalan setapak tersebut.

Tak berapa lama, setelah sampai di Kalimati, 5 wisatawan itu menemukan jalan menurun bekas aliran air. Ruslavrushko turun terlebih dahulu dengan susah payah. “Saya menuruni terlebih dahulu. Empat teman saya berada di atas, tidak ikut turun,” katanya dalam bahasa   Inggris dialek Rusia, saat ditemui  koran ini di kantor TNBTS.

Setelah berhasil turun, keempat rekannya mengurungkan niatnya untuk mengikuti Ruslavrushko. Pasalnya, mereka melihat jalan menurun itu cukup  berbahaya. Sehingga, mereka   memilih untuk tetap berada di  atas dan meminta Ruslavrushko untuk kembali.

“Mereka tetap di atas dan menyuruh saya kembali. Tetapi, saat  saya coba tidak bisa karena jalannya susah. Akhirnya saya bertahan di sana (curah antara Gunung Batok dan Bromo) un tuk menunggu pertolongan,”  ujarnya. Keempat rekannya yang semula kebingungan, akhirnya memutuskan melaporkan kejadian ini ke TNBTS.

“Mereka tidak berani turun dan meninggalkan saya untuk mencari pertolongan,” tuturnya. Di   tengah badai pasir yang melanda, keempat rekan Ruslavrushko mencoba kembali ke  jalan semula. Dengan susah payah, akhirnya mereka berhasil menempuh jalan semula.

Meski begitu, upaya yang dilakukan wisatawan ini tidak mudah.  Mereka butuh waktu 3 jam sebelum kemudian tiba di kantor TNBTS atau sekitar pukul 12.00. “Saya berada di sana selama lima jam untuk menunggu pertolongan,” jelasnya.

Keempat wisatawan tersebut  kemudian melapor pada pihak  penjaga, bahwa temannya terjebak tidak bisa kembali. Mendapat laporan itu, pihak TNBTS langsung menerjunkan tim SAR  untuk mencari keberadaan  Ruslavrushko.

“Kami seketika itu langsung berangkat untuk mencari keberadaan wisatawan itu. Kami mencarinya sekitar hampir 1,5 jam,”  tutur Wiryo, salah seorang Tim SAR TNBTS. Beruntung, posisi Ruslavrushko sudah diketahui sebelumnya. Karenanya, tim SAR tak begitu kesulitan menemukan  wisatawan yang mengenakan  kaus abu-abu itu.

Proses evakuasi yang menurut  Wiryo cukup susah. Untuk menarik Ruslavrushko ke atas, petugas menggunakan tali tampar. Setelah berhasil melakukan evakuasi, ia bersama tim langsung membawa Ruslavrushko ke kantor TNBTS.

“Kami langsung membawanya ke kantor untuk  dimintai keterangan,” jelasnya. Sementara itu, Fariana Prabandari, kabid Pengelolaan Wilayah 1 TNBTS Kabupaten Probolinggo mengatakan, peristiwa yang menimpa wisatawan asing itu karena yang bersangkutan tidak  mengindahkan larangan.

Pasalnya, TNBTS melarang pengunjung untuk mendekati kawah.  Status Bromo yang saat ini berada di level waspada, maka radius aman yang dibolehkan  pengunjung untuk mendekat yakni satu kilometer. Apalagi,  kemarin terjadi badai pasir.

“Kami sudah mengimbau pada para wisatawan untuk tidak naik ke kawah Gunung Bromo. Berdasarkan data dari PVMBG,  status Gunung Bromo hingga  saat ini masih dalam kategori waspada. Selain itu, dua hari ini di kawasan Bromo terjadi badai  pasir,” jelasnya.

Selain itu, kawah Bromo menurutnya sakral. Pengunjung yang datang diharapkan untuk ber-  hati hati dan tidak sembarangan. Karena kejadian seperti ini  bukanlah yang pertama kali.   Pada 12 Mei lalu, dua wisatawan  asal Prancis, yakni Pauline Lanzini, 20 dan Zelie Tiran, 25, juga  tersesat di jalur yang sama.

Beruntung, petugas gabungan kemudian menemukan kedua  turis tersebut sekitar pukul  23.00.   Saat itu, keduanya sedang berjalan di sekitar gunung, lalu naik  ke kawah. Setelah dari kawah,  mereka menemukan jalan setapak.

Keduanya lantas  melalui jalan setapak sampai kemudian  tersesat, tak tahu arah. Ternyata, jalan yang mereka lalui itu adalah jalan yang dilarang untuk  dilewati para pengunjung.  Karena tidak mengetahui jalan kembali itulah, keduanya kebingungan dan memilih istirahat.

Dari jalan setapak itu, keduanya turun terus. Beruntung, mereka  sempat mengirim pesan singkat  ke petugas PVMBG. Pesan itu kemudian diteruskan ke TNBTS  dan petugas melakukan pencarian. (radar)