Browse By

Gudang Mebeler Terbakar

Petugas PMK Kota Pasuruan berupaya memadamkan si jago merah yang membakar gudang mebeler di Desa Wonosari, sore kemarin.

GONDANGWETAN – Kebakaran terjadi di Dusun Wonosalam, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, sore  kemarin(2/8). Sebuah gudang kayu mebeler menjadi sasaran si jago merah. Hampir separo gudang  itu ludes dilalap api.

Informasi yang dihimpun Jawa  Pos Radar Bromo, api yang membakar gudang kayu mebeler milik  Nur Salim, 55, itu terjadi sekitar  pukul 16.40. Saat itu, karyawan  yang bekerja di gudang mebeler   itu tengah beristirahat.

Toib, 40, salah seorang karyawan menuturkan bahwa sebelum  mengetahui adanya kebakaran,  ia baru saja menunaikan salat Asar. Saat hendak kembali ke gudang,  betapa terkejutnya Toib lantaran  dia melihat asap mengepul.

Setelah diketahui, ternyata asap  itu keluar dari atas mesin oven. Mesin itu memang dihidupkan sejak delapan hari terakhir. Itu,  dilakukan untuk mengeringkan kayu-kayu sebagai bahan produksi. Setelah siap diolah, kayu- kayu itu akan masuk pada proses produksi.  “Hari ini terakhir pengovenan,” singkatnya saat ditemui koran  ini.

Loading...

Tak pelak, sejumlah kayu  yang berada di dekat mesin itu pun nyaris tak tersisa. Kebakaran kian membesar. Kepulan asap pekat terlihat meliuk di atas gudang itu. Satu demi satu atap bangunan pun koyak.  Rapuh dan menjadi puing. Isi  gudang yang memang banyak terdiri atas kayu kering itu lantas  mempercepat kobaran api.  Percikan api yang timbul dari  mesin oven itu dengan mudahnya  menyambar ke bagian lain.

“Saya langsung meminta pertolongan warga yang lain,” imbuh Toib.  Sejurus waktu, warga pun berduyun-duyun datang. Mereka melakukan upaya pemadaman dengan peralatan seadanya. Tak lama kemudian, sebuah  mobil PMK Kota Pasuruan mendatangi lokasi kejadian.

Sejumlah  petugas pun dikerahkan untuk menjinakkan api. Pemadaman yang dilakukan itu tam pak nya berlangsung cukup sulit. Sekitar satu jam lamanya waktu yang dibutuhkan petugas untuk memastikan kobaran api benar- benar padam.

Perlahan-lahan, kobaran api pun menyusut. Hingga hanya kepulan asap sisa kebakaran saja yang terlihat. Kendati demikian, petugas  masih melakukan upaya pembasahan. Itu, dilakukan untuk  memastikan bahwa bara api yang kemungkinan masih tersisa di sela-sela puing bekas kobaran api.

Hingga petang hari, petugas  masih terlihat melakukan pembasahan di lokasi. Sementara itu, Nur Salim, pemilik gudang mebeler itu tak menyangka bahwa pengovenan  yang dilakukan beberapa hari  itu akan berbuah musibah. Ia  belum dapat memastikan besaran  kerugian akibat kebakaran itu.

“Saya belum tahu. Tapi, yang pasti di sana ada beberapa mesin dan kayu-kayu. Bisa saja sampai  ratusan juta (kerugiannya),” tandasnya. (radar)