Browse By

Patroli Laut Cegah Peredaran Narkoba

Polresta dan BNNK Lumajang menggelar patroli di perairan Probolinggo

MAYANGAN – Sehari setelah penembakan bandar narkoba di Kota Pasuruan, Polres Probolinggo Kota dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang melakukan patroli di sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Tembaga. Maklum, jalur laut dianggap  sebagai jalur aman untuk menyelundupkan narkoba.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP  Alfian Nurrizal dan Kepala BNNK Lumajang AKBP Wuwuh Priwibowo, memimpin langsung patroli laut tersebut. Selain Polresta dan BNNK, Satpol Air juga turut serta. Patroli dimulai sekitar pukul 11.00.  

Tim patroli kemudian memeriksa salah satu Kapal Motor (KM)  Jala Sukses Mandiri yang tengah  sandar di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan (PPPM). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan ada tidaknya narkoba  yang disimpan oleh ABK.

Kapten kapal, Bobby, asal Tanjung Balai, Kepulauan Riau, mempersilakan tim untuk memeriksa seluruh ruangan yang ada di kapal. Dalam pemeriksaan tersebut, Kapolres mengecek  bawaan ABK serta sejumlah tas. Selain itu, polisi juga memeriksa tumpukan rokok yang ada di  sudut ruangan.

Loading...

Setelah diperiksa, ternyata rokok-rokok tersebut memiliki cukai resmi.  Pemeriksaan dilakukan selama kurang lebih 20 menit. Namun, tim gabungan tidak menemukan  adanya narkoba. “Kota Probolinggo itu termasuk daerah sasaran  peredaran narkoba. Akses masuknya mudah. Mulai dari jalur darat, lokasi strategis. Selain itu, juga ada pintu  masuk dari pelabuhan,” ujar AKBP  Alfian Nurrizal.  

Alfian mengungkapkan, Kota Probolinggo memiliki 3 pelabuhan yang bisa disalahgunakan oleh oknum untuk memasukkan barang dari luar daerah. “Salah satu  contoh dari ungkap kasus BNN  3 ton sabu-sabu. Itu kan proses pengirimannya melalui laut. Potensi masuknya narkoba melalui laut itu sangat besar,” ujarnya. 

Dari pantauan Polresta, ada beberapa jenis narkoba yang kerap diamankan oleh Satreskoba. Di antaranya, sabu-sabu, ganja, serta obat edar farmasi. “Obat-obatan ini bisa masuk  melalui jalur laut,” ujarnya. Melihat potensi ini, Alfian meminta kepada semua pihak, mulai  polisi, pengelola pelabuhan, Satpol Air, maupun BNN untuk meningkatkan pantauan kegiatan  bongkar muat kapal di kawasan pelabuhan. 

“Untuk pengecekan yang kami lakukan di kapal motor, tidak  ada temuan narkoba. Sudah dilakukan pemeriksaan baik di tas ABK maupun di bagian kapal  lainnya,” ujarnya.   Hal yang sama juga diungkapkan AKBP Wuwuh Priwibowo.

“Kawasan pelabuhan itu adalah salah  satu titik rawan masuknya narkoba ke Indonesia. Sehingga, pengawasan perlu diintensifkan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab di kawasan pelabuhan maupun oleh kepolisian,” ujarnya.  

Penyelundupan narkoba tidak hanya dilakukan kapal-kapal besar. Ada banyak kasus, narkoba diselundupkan melalui kapal kecil. “Kapal kecil tidak jarang digunakan untuk penyelundupan  narkoba,” ujarnya.  Sebelumnya, AKBP Alfian Nurrizal memberikan sosialisasi bahaya narkoba pada siswa SD Negeri Sukabumi 2. Pasalnya,  peredaran narkoba kini sudah  mengincar pelajar.

“Tidak sedikit kasus penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar. Sebenarnya ini perlu ada komunikasi antara guru dan  orang tua karena mereka yang  bertanggung jawab terhadap siswa, “ ujarnya. Jika ada pelajar yang terbukti positif menyalahgunakan narkoba, mereka tidak bisa dikenakan  hukuman pidana. Karena mereka  harus direhabilitasi.

“Termasuk banyaknya obat edar farmasi yang disalahgunakan. Ini bukan salah obat farmasinya, tapi karena penggunaannya yang tidak tepat, “ ujarnya.  Kepala SDN Sukabumi 2 Agus  Litanta mengaku, kini banyak  pelajar yang kedapatan menyalah gunakan obat edar farmasi.

“Saya sudah dengar ada kasus siswa SD yang kedapatan ngepil. Karena itu, kami gencarkan sosialisasi ke siswa, bahaya narkoba  dan jenis-jenisnya,” terangnya. Selain itu, sekolah juga melakukan pengawasan terhadap makanan  yang tersedia di sekolah, maupun  pedagang makanan di luar sekolah.

“Kita tidak bisa melarang orang untuk berdagang di depan sekolah. Yang bisa di lakukan, yakni melakukan pengawasan dengan melibatkan tim UKS,” ujarnya. Sementara itu, Mochammad Maskur, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo mengaku belum menerima laporan terkait adanya siswa sekolah yang menggunakan narkoba. Meski begitu, pihaknya tetap meminta   sekolah aktif mengawasi siswa- siswanya. (radar)