Browse By

Geger Jasad Bayi di Sungai

Diduga Bayi Hasil Hubungan Gelap

REJOSO – Warga Dusun Sedengan, Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, pagi kemarin tiba-tiba gempar.  Itu, bermula saat seorang warga menemukan sesosok bayi laki-laki yang sudah tak bernyawa  berada di atas gundukan lumpur sungai Sedengan.

Bayi tersebut diduga baru saja dilahirkan. Sebab, ditemukan  bercak darah dan tali pusar masih  melekat di tubuhnya. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, keberadaan  bayi malang itu pertama kali diketahui oleh Ainul Yakin.

Loading...

Sekitar pukul 09.30 pagi, pria berusia  30 tahun itu tengah melintas di  jalan yang berada di dekat sungai Sedengan itu. “Begitu saya tengok ke sungai,  saya lihat ada seperti boneka. Tapi, saya curiga karena banyak lalat yang mengerubutinya,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Atas dasar itu, Ainul kemudian berhenti untuk memastikan keberadaan jasad yang sempat dikiranya adalah sebuah boneka itu.  Ia lantas mendatangi sejumlah  warga yang tengah berada di sebuah warung tak jauh dari lokasi.  Salah satunya adalah Niswatin,  28.

Penjaga warung itu akhirnya  turut memastikan keberadaan  jasad tersebut. Setelah dipastikan bahwa itu merupakan jasad  bayi, ia pun memanggil sejumlah  warga lain. Sekitar pukul 10.00, satu persatu warga dibuat penasaran dan  berbondong-bondong menuju  lokasi.

Tak ayal, ditemukannya bayi malang itu langsung menyita perhatian warga. Dalam waktu  sekejap, ratusan warga langsung berkerumun di bantaran sungai Sedengan. Temuan bayi itu akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, sejumlah tim identifikasi dari Polres Pasuruan Kota mendatangi lokasi kejadian.

Tim juga melakukan  proses identifikasi TKP dan mengevakuasi jasad bayi tak berbusana itu. Jasadnya langsung  di bawa ke Ruang Pemulasaran  RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan sekitar pukul 12.00. “Berdasarkan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda- tanda penganiayaan terhadap jasad bayi. Kami menduga bayi  tersebut merupakan hasil hubungan gelap, sehingga ada orang yang sengaja membuangnya ke   sungai ini,” ujar AKP Riyanto, kasatreskrim Polres Pasuruan Kota.

Ditambahkannya, bahwa pihaknya tak dapat memastikan  kapan dibuangnya bayi malang itu. Ia hanya menduga, pembuangan bayi itu dilakukan pada  malam hari sebelumnya. Berdasarkan pemeriksaan jasad bayi,  lanjut Riyanto, dipastikan bahwa bayi tersebut masih berumur sekitar sehari. Ia juga menegaskan bahwa saat  ini pihaknya tengah melakukan  pendalaman atas kasus tersebut.

Menurutnya, penyelidikan yang  dilakukan dengan meminta keterangan saksi-saksi. Selain itu, Riyanto menyebut pihaknya juga mencari perempuan yang baru  saja melahirkan. Sementara itu, Bukhori, 62, warga sekitar mengatakan bahwa pagi hari sebelum ditemukannya jasad bayi tersebut, aliran air di sungai Sedengan itu cukup  tinggi.

“Hampir 1 meter, karena  banyak sampah akhirnya DAM  (pintu air)-nya dibuka. Sepertinya  setelah air menyusut ini bayi itu tersangkut sesuatu sehingga berada di tempat itu,” terangnya  sembari menunjukkan titik dimana bayi ditemukan. (radar)