Browse By

Bapak-Anak Tewas Terlindas Bus Karyawan

Yekti Sulistio ditenangkan sekuriti RSUD dr R Soedarsono setelah mengetahui suami dan anaknya tewas dalam kecelakaan

Hendak Antar Sekolah dan Bekerja

BUGULKIDUL – Nasib tragis menimpa Eko Aris Nuriyanto, 37 dan  Rafa Aludrah Firzah, 10, warga Perumahan Taman Asri, Kelurahan Tembokrejo, Kota Pasuruan. Bapak-anak  itu mengalami kecelakaan di Jalan  Patiunus, saat Eko hendak mengantarkan anaknya ke SD Al Kautsar, kemarin (28/7), sekitar pukul 06.00.  Keduanya terlindas bus karyawan milik PT Cheil Jedang Indonesia (CJI).

Informasi yang dihimpun Jawa  Pos Radar Bromo menyebutkan,  Eko saat itu hendak mengantarkan anak sulungnya yang duduk  di bangku kelas IV B. Setelah mengantar sang anak, Eko juga  akan bekerja. Dengan menggunakan motor Honda Spacy bernopol N 3896 XN, keduanya melintas dari arah selatan ke  utara.

Ketika melintas di Jalan Patiunus, motor korban beriringan dengan sebuah bus karyawan milik PT CJI yang dikemudikan Sutiko, 48, warga Dusun Sedengan, Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso. Bus karyawan yang  bernopol N 7205 T itu juga melintas dari arah yang sama. Saat itu, Eko bermaksud menyalip bus karyawan itu dari arah  kiri.

Loading...

“Motor hendak menyalip dari sebelah kiri. Saat itu motor melaju di tepi jalan. Rupanya  motor yang dikendarai bapak  dan anak ini terpeleset,” beber Suwarli, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.  Kedua korban mengalami  luka parah bagian kepala dan  leher.

Selain di dua posisi itu, tak ada luka lain di tubuh korban.  Bahkan, motor korban pun tak banyak mengalami kerusakan akibat kejadian itu. Sejumlah  pengguna jalan, terkejut dengan  peristiwa tersebut. Warga kemudian mengevakuasi korban ke tepi jalan dan  menutupinya dengan lembaran   koran.

Sesaat kemudian, petugas Unit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota mendatangi lokasi  kejadian. Petugas kemudian membawa jasad kedua korban ke ruang pemulasaran RSUD dr R Soedarsono untuk dilakukan visum etrepertum.

Kanit Laka Satlantas Polres  Pasuruan Kota Ipda Heri Purnomo mengatakan, korban tak  bisa menguasai kendaraan akibat jalan licin. “Saat berusaha menyalip itu, motor korban terpeleset tepi jalan yang licin karena bekas air hujan. Kedua korban akhirnya terjatuh, bagian kepalanya masuk ke kolong  bus,” ujarnya.

Namun, polisi tetap mengamankan sopir guna dilakukan pemeriksaan. “Sopir bus sudah kami amankan untuk dilakukan  pemeriksaan atas kejadian ini. Begitu pula dengan barang bukti kendaraan,” imbuh Heri. Sementara itu, meninggalnya bapak dan anak itu menjadi pukulan telak bagi Yekti Sulistio  Rahayu, ibu sekaligus istri kedua  korban.

Saat menyusul jasad kedua korban yang telah dibawa ke ruang pemulasaran, Yekti tak dapat membendung air matanya.  Ia menangis histeris begitu mengetahui suami dan buah hatinya tewas. Betapa tidak, dia langsung kehilangan dua orang  yang disayanginya sekaligus.

Ia  juga tak tahu bagaimana caranya memberikan pengertian pada  dua putrinya yang lain, soal tragedi yang menimpa ayah dan kakaknya. Usai kejadian, petugas kepolisian memang langsung mengabari Yekti. “Keluarga sudah kami beritahu. Tapi, kami hanya   bilang ada di rumah sakit. Bukan  di sini (kamar mayat, Red),” beber salah satu petugas Satlantas  Polres Pasuruan Kota yang ditemui di ruang pemulasaran.

Sekitar pukul 06.50, Yekti tiba di RSUD dr R Soedarsono. Perempuan berhijab itu datang bersama tetangga yang mengantarnya. “Mana anakku? Kok di belakang,” katanya bertanya-tanya. Matanya langsung tertuju pada kamar mayat di rumah  sakit tersebut. “Ya Allah. Anakku mana? Anakku mana?” katanya dengan suara parau.

Sembari dibopong petugas rumah  sakit, Yekti perlahan masuk ke ruang jenazah. Kakinya lemas. Dia  tak kuasa berdiri dan nyaris pingsan. Dengan sigap, petugas membawanya ke kursi tunggu di depan  ruangan. Petugas berusaha menenangkan Yekti yang sangat terpukul atas kejadian itu. Setelah proses visum rampung,  kedua korban dipulangkan ke rumah duka untuk disemayamkan sekitar pukul 09.00. (radar)