Browse By

Plafon SDN Bakalan Ambruk

Kondisi plafon SDN Bakalan usai ambruk, kemarin. Beruntung tak ada korban dalam insiden tersebut. Siswa yang menjalani KBM sigap berlindung di bawah meja.

Siswa Sigap Berlindung di Bawah Meja

BUGUL KIDUL – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas IIB SD Negeri Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, kemarin (27/7) mendadak buyar. Hal itu disebabkan terjadinya insiden ambruknya plafon kelas. Belasan siswa  yang tengah berada di dalam kelas pun mengalami trauma.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30. Saat itu, suasana KBM berjalan seperti biasa. Sebagian siswa  berada di dalam kelas, lainnya  berada di luar kelas. Sesaat sebelum ambruknya seluruh plafon, Sri Wahyuni, wali kelas IIB  memberikan isyarat agar anak didiknya menyelamatkan diri.

Sebab, ambruknya plafon seluruh ruangan itu tak terjadi  sekaligus. Akan tetapi, merambat dari sisi barat yang berada tepat di atas meja guru. Sri Wahyuni pun sempat terkena runtuhan plafon tersebut. Beruntung, kondisinya tak betapa parah.

Loading...

Begitu plafon pertama jatuh, bagian lainnya ambruk. Siswa  dengan sigap bersembunyi di   bawah kolong meja. “Gurunya langsung memberikan aba-aba  agar para siswa berlindung di  bawah meja. Alhamdulillah, tidak ada yang terluka,” ungkap Warinto, salah seorang guru di  sekolah tersebut.

Setelah dirasa aman, seluruh siswa kemudian diminta keluar ruangan. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Bakalan Budi Sayogyo mengatakan, pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Pasuruan. Ia menjelaskan, kondisi ruang kelas  yang dibangun 2009 silam itu, memang menjadi salah satu  pembahasan dalam rapat.

“Perbaikan rutin sudah kami  lakukan. Seminggu yang lalu sudah direncanakan memanggil tukang yang akan merehab gedung ini,” terangnya. Pasca kejadian, seluruh siswa kelas II dipulangkan. Hal itu dimaksudkan untuk meminimalisasi trauma pada anak-anak.  Mulai hari ini, gedung yang   terdiri atas dua ruang kelas itu akan dikosongkan.

“Mulai besok (hari ini, Red) akan dikosongkan. Siswanya sementara dipindah di ruang guru,” ujarnya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Suhariyanto, membenarkan adanya laporan terkait ambruknya ruangan  kelas di SDN Bakalan itu.

Suhariyanto mengatakan, pihaknya akan segera mengkroscek kondisi ruang kelas pasca ambruknya plafon di kelas IIb tersebut. “Besok kami cek ke lokasi, bagaimana pembangunan  yang dilakukan sehingga bisa ambruk seperti itu,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, pihaknya belum dapat menaksir  besaran anggaran yang akan  dikeluarkan untuk melakukan  perbaikan di ruangan kelas tersebut.  “Kalau kerusakannya hanya plafon saja, kemungkinan diambilkan dari anggaran pemeliharaan rutin,” katanya.

Suhariyanto menegaskan, perbaikan itu akan dilakukan dalam waktu  dekat agar tak mengganggu proses belajar mengajar. (radar)

Incoming search terms:

  • anak sd negntot baru