Browse By

Kembangkan Candi Jabung Pascakajian

Penggalian salah satu titik di area Candi Jabung untuk menentukan luas areal candi, pekan lalu di Paiton, Kabupaten Probolinggo.

PAITON – Wisata Candi Jabung  di Kecamatan Paiton, Kabupaten  Probolinggo, sejauh ini sangat  minim pengembangan. Karena itu, Pemkab Probolinggo pun  berencana mengembangkan wisata cagar budaya itu. Namun,  pengembangan baru akan di lakukan setelah hasil kajian dari Balai Pelestarian Cagar Budaya  (BPCB) Jatim sudah keluar.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Dispora Parbud)  Kabupaten Probolinggo Sidiq  Widjanarko. Pada Jawa Pos Radar  Bromo, Sidiq mengatakan, pihaknya sejauh ini terus berupaya  mengembangkan dan meramaikan wisata Candi Jabung.

”Selama ini, Candi Jabung terus  dikenalkan dan diramaikan. Salah  satunya, diadakan pagelaran panggung budaya tiap tahun,”  katanya. Namun di sisi lain, menurut  Sidiq, Candi Jabung termasuk cagar budaya yang harus di lestarikan. Karena itu, pengembangannya tidak bisa sembarangan  dilakukan.

Apalagi, kalau pengembangan itu berkaitan dengan penambahan dan pembangunan fasilitas fisik di sekitar areal cagar  budaya.   Karena kondisi itulah, hingga  kini pihaknya belum dapat mengembangkan Candi Jabung  secara fisik.

Loading...

”Kami baru bisa mengembangkan setelah ada  kajian dari BPCB Jatim. Saya pun  sudah menyampaikan pada tim  BPCB untuk meminta segera hasil kajian itu. Jadi, bisa segera diusulkan di perubahan APBD 2017 ataupun APBD 2018,”  terangnya.

Candi Jabung sendiri ditetapkan  sebagai benda cagar budaya  nasional sejak 1998. Yaitu, melalui nomor registrasi 177/M1998 dan diperbaharui dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2016, dengan nomor registrasi 205/M2016.

Wicaksono Dwi Nugrogo selaku arkeolog BPCB Jatim mengatakan,  hasil kajian situs Candi Jabung Paiton, masih dalam pengolahan. Untuk sementara, diduga kuat  Candi Jabung adalah Candi Brahu  yang memiliki tiga pola halaman. Nah, tiga pola halaman itu dibatasoleh dua pagar keliling.

”Nanti, kalau data hasil kajian  sudah siap, akan disampaikan   pada Dinas Pariwisata,” ujarnya. Diketahui, sejak Selasa (18/7),  tim arkeolog BPCB Jatim, mengkaji zonasi atau batas situs Candi  Jabung. Kajian zonasi itu dilakukan dengan menggali sejumlah titik, termasuk tiga titik sudut candiyang ada di batas zonasi situs Candi Jabung saat ini.

Kajian zonasi bertujuan mengetahui rekonstruksi dari aspek keluasan situs cagar budaya. Juga menetapkan batas cagar budaya.   Hasil sementara kajian, diketahui halaman Candi Cabung lebih  luas, dibanding batas yang dipagar saat ini.   Sejauh ini, pagar batas Candi Jabung yang ada hanya seluas  sekitar 2,2 hektare.

”Ternyata,  keluasan aslinya situs Candi Jabung lebih luas dari lahan konservasi situs Candi Jabung. Untuk   berapa luas aslinya, masih kami  hitung,” terang Wicaksono, beberapa waktu lalu. (radar)

Incoming search terms:

  • kecelakaan di jalan patiunus krampyangan bugul kidul pasuruan