Browse By

Tak Terkait Terorisme

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin (duduk) saat memeriksa amunisi tajam kaliber campuran di indekos tersangka Yohananda di Dringu, Selasa (25-7) dini hari.

KRAKSAAN – Kasus kepemilikan  714 amunisi tajam kaliber campuran dengan tersangka Yohananda, 47, terus dikembangkan Polres Probolinggo. Polres memastikan, kasus itu tidak ada kaitannya dengan ancaman  kelompok terorisme.

Kapolres Probolinggo AKBP  Arman Asmara Syarifuddin saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya terus mengembangkan kasus itu. ”Kami kembangkan lebih lanjut soal kasus kepemilikan amunisi itu. Untuk tersangka  hanya Yohananda. Kalau istrinya inisial N, hanya sebagai saksi.  Karena N tidak mengetahui soal barang (amunisi) yang ada di  tas itu,” katanya.

Hasil pemeriksaan sementara  diketahui, tersangka mendapat ratusan amunisi itu dari temannya yang merupakan anggota Persatuan Tembak Indonesia (Perbakin). Namun, tersangka menyebut,  temannya itu sudah meninggal.

”Tapi, kami masih akan selidiki  kebenaran pengakuan tersangka,”  terangnya.  Meski demikian, pihaknya meyakini kasus ini tidak ada kaitannya dengan ancaman  kelompok terorisme. Mengingat,  sejauh ini tidak ada pergerakan terorisme tersebut. ”Tidak ada kaitannya dengan ancanam  terorisme,” tuturnya. (radar)

Loading...