Browse By

Garam Langka, Harga Ikan Asin Melambung

Kapolresta AKBP Alfian (dua dari kiri) didampingi kepala Diskoperindag, Gatot Wahyudi (kiri) saat mendatangi Pasar Baru.

MAYANGAN – Sidak untuk memastikan kelangkaan garam beryodium dilakukan di Kota Probolinggo, kemarin (25/7). Tim mendatangi sejumlah pasar, termasuk mengecek PT Indomarco, perusahaan distributor untuk memastikan tidak ada penimbunan garam.

Sidak sendiri dilakukan Polres Probolinggo Kota bersama sejumlah instansi terkait. Yaitu, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), dan Bulog Sub Divre  Probolinggo.

Awalnya, tim mendatangi Pasar Baru Kota Probolinggo. Hasilnya, hampir semua toko dan warung di Pasar Baru tidak lagi  menjual garam beryodium. Hanya ada beberapa yang masih menjual, itu pun jumlahnya tinggal satu bungkus. Lalu, sejumlah  toko dan warung didapati menjual garam kristal.

Kapolres Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, tujuan sidak yaitu memastikan kelangkaan garam beryodium  di kota. “Setelah terjun langsung   ke pasar baru, memang garam langka,” bebernya. Dari pasar, tim mendatangi PT Indomarco di Jalan Brantas, Kecamatan Kademangan.

Loading...

Tujuannya, memastikan perusahaan distributor itu tidak menimbun  garam. Hasilnya, tidak ditemukan penimbunan. Tim saat itu mendapati ada 100 bal garam yang  terdiri atas 20 biji tiap bal. Rencananya, hari itu semua garam  didistribusikan ke 450 titik.

Kepala DKUPP Kota Probolinggo Gatot Wahyudi menambahkan, pihaknya akan membuat laporan tertulis tentang kelangkaan garam itu ke Pemprov Jawa  Timur agar ditindaklanjuti. “Jadi, nanti kalau ada penimbunan garam, provinsi dapat langsung menindak,” bebernya.

Sementara itu, kelangkaan garam membuat harga ikan asin di pasar melonjak. Seperti diungkapkan Hani, 38, salah satu pedagang ikan asin asal Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Sudah sepekan ini,  harga ikan naik.  Ikan asin jenis jenggelek yang mulanya Rp 60 ribu – Rp 70 ribu, kini menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Lalu, ikan asin jenis benggol awalnya Rp 40 ribu, kini menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

“Kemungkinan naiknya harga ikan asin karena garam langka,”  singkat perempuan dua anak itu.  Di sisi lain, harga garam kristal  melonjak, hingga  mencapai Rp 250 ribu per kilogram. Kondisi ini  membuat sejumlah pengusaha  ikan asin di Kota Probolinggo,  mengeluh.

Seperti yang ada di  kampung Pesisir, Jalan Ikan Tongkol, Kecamatan Mayangan. Fatimah, pengusaha ikan asin di  tempat itu mengaku, harga garam semula hanya Rp 50 ribu per sak ukuran 50 kilogram. Namun, kini  menjadi Rp 250 ribu per sak.

Harga garam yang melambung, membuat keuntungan Fatimah pun berkurang hingga 75 persen. Biasanya, untuk setiap satu keranjang ikan asin, dia mendapat  untung Rp 300 ribu.  “Tapi, sejak garam hilang, saya dapat untung cuma Rp 50 ribu  untuk setiap keranjang,” ujarnya.

Sinta membenarkan keterangan  Fatimah. Keuntungan pengusaha ikan asin seperti mereka, memang turun drastis. Selain karena harga garam yang melambung, pengusaha tidak bisa menaikkan harga  jual ikan asin.  “Harga ikan asin siap jual sampai saat ini tetap Rp 500 ribu per sak. Mau harga garam naik atau turun, harga ikan asin sama. Jadi, pengusaha kayak kita ini  rugi,” lanjutnya.

Keluhan serupa disampaikan  pengusaha rumahan pengasinan ikan di Desa Kalibuntu, Kecama- tan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Sejumlah pengusaha mengurangi produksi ikan asin karena  mahalnya harga garam kristal.  Seperti yang dilakukan Ahmadi, 32, pengusaha ikan asin di Desa Kalibuntu. Menurutnya,  usahanya terancam gulung tikar.  Sebab, biaya produksi naik. Sementara harga jual tetap.

“Kami tidak menaikan harga  jual ikan asin. Hanya saja kami menyiasati dengan mengurangi jumlah ikan yang dijual ditiap  rentengnya. Biasanya satu renteng  ada 5-7 ekor, sekarang 4-5 saja.  Biar tidak terlalu rugi,” ucapnya.

Menurutnya, normalnya harga  garam kristal Rp 500 – Rp 1.000 per kilogram. Saat ini, naik menjadi Rp 3.200 per kilogram. Dengan harga jual tetap Rp 5.000 per renteng, keuntungan yang  diperoleh pun menurun. Sebulan,  biasanya dia mendapat keuntungan Rp 15 juta sebulan. Saat  ini, diperkirakan hanya Rp 12 juta  sebulan. (radar)