Browse By

Demi Susu Anak, Pria Ini Nekat Edarkan Pil

Alep (tengah) bersama tiga pengedar sediaan farmasi dan seorang pengedar sabu-sabu ditahan di Mapolres Probolinggo.

KRAKSAAN – Sebagai seorang suami dan ayah, Alep Efendi, 21, warga Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Termasuk, kebutuhan  susu anaknya yang masih berusia 1 tahun 6 bulan.   Namun, cara lelaki yang tak punya pekerjaan tetap itu salah.

Meski tak punya izin, dia nekat  mengedarkan sediaan farmasi berupa pil Trihexyphenidyl dan pil Dextro. Karenanya, Alep harus  berurusan dengan pihak kepolisian. Sabtu (22/7) lalu, Alep  dibekuk di rumahnya saat hendak   bertransaksi pil. Alep juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dia sangka melanggar UU Nomor Nomor 36/2009 tentang Kesehatan. Kini, tersangka harus mempertanggungjawabkan  perbuatannya dan ditahan di   Mapolres Probolinggo. Kepada Jawa Pos Radar Bromo,  Alep mengaku mulai mengedarkan dan menjual sediaan farmasi sejak tiga bulan terakhir.

Pekerjaan  terlarang ini dilakoninya karena terdesak kebutuhan keluarga. Terutama, untuk membeli susu anaknya. “Saya belinya Rp 120 ribu  dapat 100 butir. Kemudian, saya jual lagi. Satu paketnya Rp 25 ribu. Satu paket isi 10 butir,” ujarnya.

Loading...

Selain Alep, dalam dua pekan terakhir Satreskoba Polres Probolinggo juga mengamankan seorang tersangka kasus narkoba jenis sabu-sabu dan tiga tersangka pengedar sediaan farmasi. Kini, kelima tersangka itu sama-sama menghuni sel tahanan Mapolres Probolinggo.

Seorang tersangka pengedar sabu adalah Jamal, 52, warga  Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya. Sedangkan, ketiga pengedar sediaan farmasi itu sama-sama warga Kabupaten Probolinggo.

Yakni,  Muhammad Sholehuddin, 21,  warga Desa Maron Kulon, Kecamatan Maron; Umar Hisbullah,  25, Desa Selogudig, Kecamatan  Pajarakan; dan Muhammad Fauzi, 36, warga Desa Kalibuntu,  Kecamatan Kraksaan.

Kapolres Probolinggo ABPB  Arman Asmara Syarifuddin melalui KBO Satnarkoba Ipda Bagus Purnomo mengatakan, dalam dua  pekan terakhir pihaknya mengamankan empat pengedar sediaan farmasi  dan seorang pengedar sabu-sabu.

“Setengah tahun ini kami berhasil mengamankan 20 tersangka pengedar pil. Barang bukti yang diamankan sekitar 4.000 butir pil jenis Dextro dan Trihexyphenidyl,”  ujarnya. (radar)

Incoming search terms:

  • pengedar trihexyphenidyl yang tertangkap di kabupaten probolinggo