Browse By

Mulai Merasakan Krisis Air

Warga Desa Sumberrejo harus mengambil air di sumur bor untuk mendapatkan air bersih.

BPBD Klaim Masih Kategori Aman

WINONGAN – Pemkab Pasuruan wajib memperjuangkan hak warganya untuk mendapatkan air minum. Terutama  setelah megaproyek Umbulan direalisasikan 20 Juli lalu. Pasalnya, saat ini sudah terlihat sejumlah desa yang mulai  dilanda kekeringan.

Desa-desa yang mulai dilanda kekeringan adalah desa yang berada dalam satu kecamatan dengan  proyek tersebut. Desa yang dimaksud yakni Desa Sumberrejo, Desa Kedungrejo, dan Desa Jeladri. Ketiga desa itu berada di wilayah Kecamatan Winongan. Sama seperti Desa Umbulan yang  menjadi “tuan rumah” megaproyek Umbulan.

Ketiga desa itu menjadi perhatian  Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) setempat. Kades Sumberrejo Sakri Singo Mulyo Laksono mengatakan,  krisis air sudah menjadi bencana tahunan yang terjadi di desanya. Tahun ini, warganya mulai kesulitan air sejak awal Juli.

Loading...

“Dari  7 dusun, ada 4 dusun yang sudah  kesulitan air bersih. Yaitu, Dusun  Dukuh Wates, Dukuh Kidul, Dukuh Wetan, dan Dukuh Tengah,” ungkapnya. Untuk mendapatkan air, warga  harus mengambilnya ke sumur  bor dengan menggunakan jeriken.

Dari empat dusun itu, Dusun  Dukuh Wates yang paling parah.  Karena tidak ada sumur bor di  dusun tersebut, warga harus ke  sumur bor terdekat yang berjarak   3 kilometer. Sakri mengatakan, untuk saat ini debit sumur di rumah warga  memang turun hingga setengah  meter. Namun, untuk sementara,  kebutuhan makan dan minum  masih tercukupi.

“Kami sudah  laporan ke kecamatan. Hari ini  (kemarin, Red) sudah membuat permohonan ke BPBD untuk segera disediakan air bersih,”  ungkapnya. Bakti Jati Permana, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengatakan, pihaknya terus memantau ketersediaan air bersih   dan potensi bencana kekeringan di kecamatan rawan. Seperti di  Winongan, Lumbang, sampai  Lekok.

“Untuk sementara ini, memang sudah ada penyusutan air. Namun,  dari air yang tersedia masih cukup untuk makan dan minum,” ungkapnya. BPBD Kabupaten Pasuruan juga terus memantau ketersediaan  air. Jika memenuhi indikator kering, BPBD akan langsung mengirim  pasokan air bersih.

Bakti Jati Permana mengklaim, ketersediaan air bersih masih tergolong aman, meskipun sudah  ada yang mulai kekurangan. “Puncaknya diprediksi pada Agus tus  mendatang. Pada bulan Agustus  sampai Oktober, diprediksi puncak  musim kemarau dan puncak  kekeringan,” jelasnya. (radar)