Browse By

Menteri KLH Pantau Pemanfaatan Hutan di Probolinggo

Menteri KLH Siti Nurbaya Bakar (pegang mik) ketika memberikan penjelasan tentang Program Perhutanan Sosial di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, kemarin.

Jadi Daerah Paling Siap Dikunjungi Jokowi

MARON – Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI Siti Nurbaya Bakar melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten  Probolinggo. Kemarin, menteri perempuan itu berkunjung ke Petak 1A RPH Kaliacar BPKPH Kraksaan di Desa Brani Wetan,  Kecamatan Maron.

Dia berkunjung ke Kabupaten Probolinggo dalam rangka memantau Program Izin  Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) di Kabupaten Probolinggo. Untuk  persiapan kunjungan Presiden Joko Widodo. Dalam sambutannya, Siti Nurbaya mengatakan, setelah berkeliling kebeberapa daerah, Kabupaten Probolinggo yang paling siap menerima kunjungan Presiden.

“Saya datang ke sini untuk mengonfirmasi  dan mengecek kesiapan daerah menerima kunjungan Bapak Presiden Joko Widodo. Ternyata, setelah saya berkeliling dari  berbagai daerah, tempat ini (Kabupaten Probolinggo) yang benar-benar siap   dikunjungi Presiden,” ujarnya, kemarin.

Loading...

Menurutnya, kunjungan Presiden itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, Siti Nurbaya tak memastikan tanggalnya. “Kunjungan itu akan dilakukan dalam satu atau dua minggu ke depan,” ujarnya. Kemudian, Siti Nurbaya menjelaskan tentang program IPHPS.

Menurutnya, semenjak zaman hutan register hingga kini 18 juta hektare hutan diarahkan untuk kesejahteraan petani. Tapi, sejauh ini agak seret. Karenanya, Presiden memerintahkan jajaran kehutanan dan kementerian terkait supaya hutan atau lahan  Perhutani bisa dipakai secara benar dan  memberikan penghasilan yang bagus.

“Ada pekerjaan dan ada penghasilan.  Itulah yang diperintahkan Presiden untuk mensejahterkaan rakyat,” ujarnya. Siti Nurbaya mengatakan, masyarakat bisa menggarap lahan selama 35 tahun dan boleh diperpanjang. Tapi, itu hanya  boleh digunakan sebagai lahan pertanian  tidak boleh dijual.

“Itu, bisa diwariskan,  namun tidak boleh dimiliki dan dijual.  Pewarisan itu dengan syarat ada persetujuan kelompok,” ujarnya. Selain itu, kini dalam program ini masalah bagi hasil juga berubah. Jika dulu petani hanya mendapatkan 25 persen dan Perhutani  75 persen, kali ini dibalik. Petani mendapatkan 70 persen dan Perhutani 30 Persen.

Sedangkan, Bupati Probolinggo Puput  Tantriana Sari menyambut baik apa yang disampaikan Siti Nurbaya. Dia berharap,  Siti Nurbaya bisa kembali datang dan mendampingi Presiden. “Terima kasih kepada Kementerian yang membawa angin segar akan membawa Bapak Presiden berkunjung kemari,” ujarnya.

Menurutnya, adanya program dari Kementerian itu membuka peluang bagi  para petani. Sebab, dengan IPHPS ini  bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat. Khususnya, para  petani di tengah keterbatasan lahan.

Disinggung soal rencana kedatangan Presiden, Tantri mengaku siap. Bahkan, pihaknya berencana akan memperbaiki jalan yang akan dilalui Presiden. “Kalau Presiden  datang ke sini, kami akan perbaiki jalan dengan  hotmix. Tapi, kalau waktunya seminggu, apa kami mampu?” ujarnya. (radar)

Incoming search terms:

  • bupati probolinggo puput tantriana sari