Browse By

Razia Nihil, Tempat Judi Dibakar

Aparat gabungan dari Polres Probolinggo, Kodim 0820, dan Satpol PP saat melakukan razia perjudian.

Tak Temukan Aktivitas di 3 Lokasi

WONOMERTO – Diduga bocor, razia tempat judi yang dilakukan Polres Probolinggo Kota, tak menemukan hasil. Tak satu pun pelaku judi ditemukan di tiga lokasi judi yang dirazia Polres Probolinggo Kota,  kemarin  sore (20/7) di Kecamatan Wonomerto.

Razia sendiri digelar untuk beragam lokasi perjudian. Mulai sabung ayam, jeki, maupun judi dadu. Untuk itu, Polres Probolinggo Kota menggandeng petugas dari Kodim 0820, Dinas Satpol PP Kota, satuan pamong kecamatan, dan desa.

Adapun sasaran lokasi perjudian yakni di Desa Sepoh Gembol, Kecamatan Wonomerto. Di sini, ada dua titik yang didatangi petugas. Yakni, di Dusun  Krajan I dan Krajan II. Dan yang ketiga yaitu di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto.  Tepatnya di Dusun Krajan.

Loading...

Sayangnya, di semua lokasi perjudian yang dirazia, petugas  tidak menemukan satu pun  pelaku. Bahkan, warga sekitar bungkam. Enggan memberikan keterangan sama sekali tentang   aktivitas di lokasi perjudian itu. Seorang warga yang enggan  disebut namanya mengaku takut memberikan keterangan. Sebab, warga bisa jadi sasaran amuk  para pelaku judi, jika memberikan keterangan pada petugas.

Berdasarkan pantauan koran ini, tiga lokasi judi di Wonomerto itu berukuran besar. Lokasi di Dusun Krajan I dan II, Desa Sepoh Gembol, dibangun semi permanen. Sementara di Dusun Krajan, Desa Sumberkare, dibangun permanen.

Ketiga lokasi perjudian itu bahkan  dikenal pelaku judi sampai luar kota.  Sebab, banyak petaruh luar kota yang datang. Tidak hanya dari Probolinggo, namun juga dari Lumajang, Jember, Pasuruan, dan Malang. Di Dusun Krajan I, lokasi judi  menempati lahan milik Ani, 40.

Menurutnya, tempat judi itu baru dibangun semipermanen, seki-  tar tiga mingguan.  Jadwal judi dilakukan seminggu tiga kali. Yakni, Senin, Kamis, dan Jumat. “Biasanya mulai buka pukul  13.00 hingga 20.00. Namun, terkadang juga sampai larut,” terang  perempuan empat anak itu.

Namun, kemarin di tempat itu, petugas tidak menemukan satu  pun pelaku judi. Petugas lantas membongkar bangunan semi permanen yang ada. Kemudian,  membakarnya.  Perempuan yang dikenal dengan Ibu Krajan I itu pun minta agar lokasi perjudian di Krajan  II mendapat perlakuan sama.  Sebab, menurutnya, lokasi perjudian di Krajan II lebih besar.

Berdirinya juga lebih lama dibandingkan dengan Krajan I.  Bahkan, menurutnya di Krajan II ada oknum aparat berinisial EK yang mem-backing-i lokasi tersebut.  “Di sana ada aparat yang mem-backing-i. Makanya, saya minta  semuanya juga dibongkar dan dibakar. Biar tidak ada perjudian dan sabung ayam lagi,” bebernya.

Sementara itu, petugas yang  sampai di Dusun Krajan II, juga  tak menemukan satu pun pelaku perjudian. Lokasi perjudian  sabung ayam itu sepi. Bahkan, warga sekitar mengutarakan tidak tahu menahu dengan lokasi judi tersebut.

Di sini,  lagi-lagi petugas membongkar bangunan semi permanen yang  ada. Yaitu, bangunan dari bambu. Lantas, bangunan itu dibakar.  Dari sini, petugas ke Dusun Krajan di Desa Sumber Kare,  Kecamatan Wonomerto.  Namun, situasinya tak jauh beda dengan lokasi sebelumnya.  Tak ada satu pun orang di sini.

Padahal, anggota sudah melakukan trik pengamanan tapal  kuda dengan cara menyebar ke berbagai sudut. Menariknya, di  Lokasi tersebut tempatnya jauh lebih besar dan luas. Bahkan,  luasnya sekitar lipa lima dari lokasi sebelumnya.

Ukurannya, 8 x 12 meter persegi yang diduga merupakan arena  utama. Lalu, di sampingnya diperkirakan lokasi arena tambahan  selebar 3 x 3 meter persegi.   Selain dibangun permanen, arena  sabung ayam dilengkapi dengan karpet di bagian bawahnya. Juga ada  warung dan kamar mandi umum.

Camat Wonomerto Taufik Alami mengungkapkan, pihaknya  mendengar tentang lokasi perjudian itu dari perangkat desa, sekitar tiga bulan lalu. Pihaknya  pun melakukan tindakan persuasif. Namun, tak berhasil. “Kita sudah melakukan tindakan persuasif. Karena kami tidak  punya wewenang untuk membongkar tempat ini,” bebernya.

Kapolres Probolinggo Kota  AKBP Alfian yang langsung memimpin razia menduga, operasi tersebut bocor. Sehingga,  tidak ditemukan satu pun pelaku di tiga lokasi tersebut. Terkait aparat yang diduga membacking-i, pihaknya akan berkoordinasi lagi serta melakukan  penyelidikan lebih dalam. Di lokasi ketiga ini, petugas  belum membongkar. Rencananya, pembongkaran akan dilakukan hari ini. (radar)