Browse By

JPU Tetap Tuntut Dimas Kanjeng Seumur Hidup

Taat Pribadi diapit Soleh, pengacaranya, dan Kapolsek Gading, Sugeng Supriantoro

KRAKSAAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kraksaan menolak seluruh pleidoi atau pembelaan yang diajukan terdakwa  Dimas Kanjeng Taat Pribadi. JPU tetap pada tuntutan awal, terdakwa Taat Pribadi dianggap terbukti melakukan tindak pidana  pembunuhan berencana dan dituntut  hukuman seumur hidup.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN)   Kraksaan, kemarin (20/7), JPU Muhammad Usman menegaskan, pihaknya tidak sependapat dengan penasihat hukum (PH)  terdakwa, yang menyatakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam berkas perkara  tersebut tidak dapat diformulasikan sebagai alat bukti.

Pembelaan PH itu, menurut  Usman, merupakan pengalihan untuk mengaburkan alat bukti terhadap perbuatan terdakwa pada kasus pembunuhan itu. “Kami tetap pada tuntutan sebelumnya. Kami memohon pada  majelis hakim untuk menolak  seluruh nota pembelaan terdakwa (Taat Pribadi). Tetap menyatakan terdakwa Taat Pribadi terbukti bersalah dan menjatuhkan pidana seumur hidup sebagaimana surat tuntutan,” katanya.

Menurut Usman, dalam replik atau tanggapan JPU atas pleidoi  terdakwa, pihaknya tidak menanggapi seluruh pembelaan  yang dibacakan. Karena di pleidoi itu, ada beberapa yang  keluar dari substansi. JPU hanya  menanggapi yang penting saja, seperti soal penyiksaan dari pihak Polres Probolinggo.

Loading...

Tudingan dalam pembelaan itu, menurut Usman, tidak benar. Karena keterangan para saksi, sama  seperti saat dilakukan penyidikan di Mapolda Jatim. “Penyiksaan atau  kekerasan yang dilakukan polisi  saat penangkapan terhadap ketujuh tersangka, itu tidak benar. Itu,  masuk dalam replik kami. Intinya,  kami tetap pada tuntutan seblumnya,” terangnya.

Sementara itu, Muhammad  Sholeh selaku PH terdakwa mengatakan, replik yang disampaikan  JPU itu dianggap tidak logis. Sebab,  dalam pleidoi yang dibacakan saat  sidang sebelumnya, pihaknya menegaskan tidak ada fakta persidangan, alat bukti, maupun  keterangan saksi yang membuktikan kliennya bersalah.

“Fakta persidangan tidak ada keterangan saksi yang menyebutkan Taat Pribadi sebagai pelaku. Tentunya, itu sangat jelas tidak ada alat  bukti yang membuktikan Taat Pribadi terbukti bersalah,” katanya.  Saat disinggung soal pertimbangan PH yang tidak mengajukan duplik pada sidang berikutnya? Sholeh menjelaskan, apa  yang disampaikan dalam pleidoi  itu sudah jelas dan tegas.

“Bagi  kami yang paling penting adalah tidak ada saksi yang mengatakan bahwa Dimas Kanjeng (Taat Pribadi, Red), menyuruh melakukan  pembunuhan itu. Selama ini masih belum ada saksi yang menyebutkan itu,” tegasnya.

Seusai replik dan tanggapan  secara langsung disampaikan PH terdakwa Taat Pribadi, majelis hakim yang diketuai Basuki Wiyono memutuskan sidang  ditunda Selasa (1/8) pekan depan, dengan agenda pembacaan putusan.(radar)