Browse By

Bejat, Kakek 84 Tahun Cabuli Bocah 5 Tahun

Tersangka Sukasno.

PANGGUNGREJO-Seperti pepatah,  makin tua makin jadi. Itulah gambaran yang pas pada Sukasno, warga Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Tapi,  konotasinya negatif. Pasalnya, kakek yang telah menapaki usia 84 tahun itu  justru melakukan pencabulan terhadap  anak tetangganya, yakni SA, yang masih berusia 5 tahun.

Kini, Sukasno pun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh  penyidik Unit PPA Polres Pasuruan Kota pada Rabu (19/7)  malam lalu. Informasi yang di himpun Jawa Pos Radar Bromo  menyebutkan, korban dan tersangka tinggal di sebuah hunian indekos yang berada di kawasan Wironini. Hanya saja, terpisah  kamar.

Peristiwa pencabulan itu terjadi Jumat (14/7) lalu. Begitu  korban lepas dari pengawasan  DP, 32, ibunya yang tengah  keluar, tersangka mulai melancarkan aksinya. Namun, aksi Sukasno itu dipergoki Wito, 40, yang juga penghuni indekos. Saat  itu, Wito melihat tersangka mengajak bocah berinisial SA  itu ke kamarnya.  

“Saksi langsung melaporkan ke ibu korban, hingga membuat laporan kepada kami,” ujar AKP Riyanto, kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota. Riyanto mengatakan, setelah pihaknya melakukan penyelidikan, tersangka mengaku telah melakukan pencabulan pada korban sebanyak  5 kali.  

Loading...

Ibu korban, menurut Riyanto, juga menaruh curiga lantaran anaknya mengeluh kesakitan  saat buang air kecil. Kekesalan  ibu korban memuncak saat mendengar cerita SA atas apa yang  dialaminya. Betapa tidak, SA  menyampaikan bahwa hal itu telah ia terima dari tersangka  sebanyak 5 kali.

Atas hal itu, polisi langsung  melakukan pemeriksaan awal terhadap korban. Riyanto menyebuf, bahwa hasil pemeriksaan itu diketahui adanya bekas luka pada kemaluan korban. Kepada penyidik, tersangka mengaku hanya memegangi kemaluan,  bibir, serta pipi korban.  

Selain mengamankan tersangka, polisi juga turut mengamankan setelan pakaian milik korban  dan selembar sarung sebagai  barang bukti. Sembari menunggu proses penyidikan, polisi  juga telah melakukan visum etrepertum.  

“Hasil visumnya belum turun.  Sedangkan tersangka belum kami tahan. Ada pertimbangan subjektif penyidik karena yang  bersangkutan menderita darah tinggi,” katanya. Kendati demikian, ia menegaskan proses  hukum yang dijalani tersangka tetap belanjut. Tersangka  ijerat dengan UU Nomor 23/2003 tentang Perlindungan Anak. (radar)