Browse By

Sekdes Semare Diduga Selewengkan DD-ADD

SEMENTARA itu, pejabat Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dijebloskan ke tahanan oleh Kejari Kabupaten Pasuruan. Penahanan tersebut dilakukan seiring dugaan korupsi ADD dan DD yang dilakukan pihak bersangkutan.

Pejabat desa yang diamankan itu, diketahui bernama Muhammad Athoillah, 33. Ia merupakan warga Dusun/Desa Semare, Kecamatan Kraton, yang menjabat sebagai kaur pemerintahan serta sekdes di desanya. Ia ditengarai menilap uang negara, sekitar Rp 100 juta.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten  Pasuruan Zalmianto Agung Saputra menguraikan, penahanan terhadap Muhammad Athoillah  dilakukan sejak Selasa (18/7) lalu. Hal itu dilakukan, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap lelaki yang ditetapkan sebagai  tersangka itu.

Loading...

Athoillah ditetapkan sebagai  tersangka lantaran diduga melakukan korupsi ADD dan DD  tahun 2014 hingga 2015. Modus yang dilakukannya, dengan  melakukan kegiatan fiktif. Mulai   dari pengadaan barang, hingga pembangunan yang ada di wilayah setempat.

Seperti pengadaan speaker untuk kepentingan desa setempat yang telah dianggarkan. Namun,  barang yang dimaksud, tidak  ditemukan. Atau, kegiatan syukuran desa, yang nyata-nyata dinilainya tak ada kegiatannya.  Termasuk juga sejumlah kegiatan pembangunan yang ada di desa setempat. Salah satunya, pembangunan jaringan irigasi.

Meski bangunannya ada, namun pelaksanaannya diduga tidak sesuai. Hal itu  diketahui dengan adanya kuitansi yang diduga fiktif.  “Ada kegiatannya, tapi diduga  menggunakan kuitansi fiktif. Karena pembelian barang material tidak sesuai dengan kuitansi yang ada,” sampainya.

Dari tindakan dugaan korupsi yang dilakukan pihak bersangkutan, Kejari Kabupaten Pasuruan menemukan kerugian negara sekitar Rp 100 juta. Pihaknya pun  masih melakukan pendalaman. Bukan hanya untuk memastikan besaran kerugian negara, tetapi  juga untuk mencari orang-orang  lain yang dimungkinkan terlibat  dalam perkara ini.

“Kami masih melakukan pendalaman. Apakah ada orang lain yang terlibat atau tidak,” urainya. Kasus dugaan korupsi di Semare tersebut, sudah diselidiki  sejak Maret 2017. Hingga akhirnya pihak Kejari Kabupaten Pasuruan memiliki cukup bukti untuk menaikkan status ke  penyidikan.

Dari penyidikan itulah, ditetapkan Athoillah sebagai tersangka dan akhirnya dijebloskan ke penjara. Menurut Agung- sapaannya, Athoillah akan di tahan selama 20 hari ke depan.   Penahanan tersebut, untuk mempermudah proses penyidikan yang tengah berlangsung. Serta, mengantisipasi tersangka menghilangkan barang bukti.

“Kami melakukan penahanan setelah dirasa cukup untuk kepemilikan alat bukti. Ada bukti-bukti dokumen, saksi, serta  keterangan ahli,” sambungnya.  Karena perbuatannya itulah, Athoillah dijerat pasal 2 juncto  Pasal 3 UU RI Nomor 31/1999  sebagaimana telah diubah dalam UU RI Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana  Korupsi. (radar)