Browse By

Kapal Penyeberangan ke Gili Terlambat 30 Menit

Sejumlah kapal penyeberangan di pelabuhan Tanjung Tembaga terlambat 30 menit menuju Pulau Gili karena terhalang kapal besar yang menghalangi pintu masuk dermaga.

MAYANGAN – Arus lalu lintas di pelabuhan  Tanjung Tembaga sempat tersendat, kemarin (19/7). Pasalnya, kapal penyeberangan menuju Pulau Gili, terhalang oleh dua kapal penangkap ikan berukuran besar. Akibatnya, kapal penyeberangan yang membawa wisatawan maupun tenaga pengajar ke Gili terlambat 30 menit.

Seharusnya, berangkat pukul 07.30, molor hingga pukul 08.00. Atun, 40, salah satu pemilik  kapal penyeberangan mengatakan, arus lalu lintas menuju Gili terhalang kapal besar  yang juga bersandar di dermaga. Faktor penyebabnya,  kapal besar itu posisinya bergeser akibat ombak.

Di mana posisi kapal seharusnya menghadap ke selatan maupun  utara, justru menghadap ke timur dan barat. Akibatnya bukan hanya kapal  kecil atau kapal penyeberangan saja yang terhambat. Namun, sejumlah kapal lainnya yang  hendak keluar dan masuk dermaga, juga harus terhalang.

“Kemungkinan akibat angin. Ini, membuat jalur keluar masuk kapal, sempit,” bebernya.  Fatoni, 21, salah satu penumpang kapal asal Pasuruan mengungkapkan, meski tidak terlalu mempermasalahkan, namun kejadian itu membuat perjalanannya sedikit terhambat. Ia mengaku hendak ke Gili untuk berwisata.

Loading...

“Kalau kita tidak ada masalah, apalagi kita ke sini untuk berlibur. Namun, untuk orang yang  memiliki kepentingan mendadak,  seperti guru yang harus mengajar, pasti jadi masalah,” beber  pria berkacamata itu.  Babun, 31, salah satu awak  kapal penyeberangan asal Gili menambahkan, cuaca perairan  sejatinya masih normal dan aman.

Ombak tidak terlalu besar. Namun, angin Gending yang berembus kencang, membuat kapal penyeberangan bergeser.  Kapal yang menuju dermaga,  juga sedikit berat karena melawan angin.  “Ombak masih landai. Hanya  saja anginnya yang kencang,  sehingga jika ke Gili didorong  angin dan jika kembali ke pelabuhan Tanjung Tembaga harus melawan angin. Akibatnya, banyak penumpang yang basa terkena cipratan air,” bebernya. (radar)