Browse By

Empat Betor Terjaring Operasi

Salah satu dari empat betor yang terjaring operasi Satlantas Polres Probolinggo Kota, kemarin di Jalan Niaga hingga Jalan Pahlawan.

Kasatlantas Ingatkan Bisa Dipidana

MAYANGAN – Satlantas Polres Probolinggo Kota kembali mengoperasi becak motor (betor), kemarin (19/7). Operasi dilakukan di sekitar Jalan Niaga dan Pahlawan, pukul  08.00 – 09.00. Hasilnya, empat Betor diamankan ke kantor Satlantas Polres Probolinggo Kota.

Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Alpo Gohan menyebut, operasi bertujuan mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang disebabkan betor. Di sisi lain, menurut Kasat Lantas, Jasa Raharja enggan mengeluarkan asuransi pada korban kecelakaan yang  melibatkan betor.

“Misalnya, motor kecelakaan dengan betor dan membuat pengendara motor patah kaki. Karena yang menabrak betor, maka  korban tidak dapat asuransi dari  Jasa Raharja,” tuturnya.  Alasannya, karena betor tidak  punya spek atau uji tipe yang jelas.

Loading...

“Kasihan kan, seharusnya korban dapat asuransi dari Jasa Raharja. Namun, karena ditabrak betor yang tidak memiliki uji tipe, maka  dianggap laka tunggal. Dan, laka  tunggal tidak mendapat asuransi  dari Jasa Raharja,” terangnya.

Satlantas sendiri, menurutnya,  sudah sering mengamankan  dan memotong betor dalam sebuah operasi. Tujuannya, agar memberikan efek jera. Namun, kenyataannya, menurut Kasat Lantas, tak sedikit yang disambung kembali.

Kasat Lantas pun mengingatkan,  mereka yang terkena operasi betor ini bisa dikenai hukuman pidana.  Hal ini menurutnya sesuai dengan  UU LAJ Nomor 22/ 2009. “Di situ disebutkan, barang siapa yang merakit kendaraan tidak  sesuai dengan tipe, bisa dikenakan pidana 1 tahun penjara. Untuk  mengurus uji tipe itu di Dishub.   Selanjutnya jika lolos, maka surat- suratnya kewenangan Satlantas,”  bebernya. (radar)