Browse By

Hasil Tender RSUD Dr Moh Saleh Disoal

Kota Probolinggo saat menyampaikan protes pada Bagian Administrasi Pembangunan Pemkot Probolinggo, kemarin siang tentang pemenang tender proyek di RSUD dr. Moh. Saleh.

Pemenang Diduga Masuk Blacklist

MAYANGAN – Hasil tender  proyek pembangunan ruang rawat inap kelas 3, RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo, diprotes.  Sebab, pemenang tender proyek senilai Rp 46,1 miliar itu diduga masuk daftar blacklist di kota   lain.

Protes disampaikan Lumbung  Informasi Rakyat (LIRA) Kota Probolinggo dengan mendatangi kantor Bagian Administrasi   Pembangunan Kota Probolinggo  di kompleks perkantoran pemkot,  kemarin (17/7) siang. Protes itu   sendiri, merupakan yang kedua.

Protes pertama disampaikan saat  tender sedang dalam masa sanggah, beberapa waktu lalu.  Sekretaris Daerah LIRA Kota Probolinggo Louis Hariona  mengatakan, lembaganya telah  melakukan investigasi atas PT Cipta Prima Selaras, pemenang  tender proyek pembangunan  ruang rawat inap kelas 3, RSUD  dr. Moh Saleh.

Loading...

“Hasilnya, pemenang ini di-blacklist di kota lain.  Yaitu, di Kota Pasuruan,” tuturnya. Atas hasil itu, LIRA menurutnya memberikan rekomendasi pada Pokja I, Bagian Administrasi Pembangunan. Intinya, agar membatalkan hasil tender.

“Yang perlu diingat, LIRA tidak  punya kepentingan apapun dalam tender ini. LIRA hanya menyampaikan hasil investigasi. Ini demi kepentingan pembangunan di kota,” tuturnya. Hasil investigasi ,itu menurut Louis, pernah disampaikan saat  tender dalam masa sanggah.  Namun, tidak berhasil. PT Cipta  Prima Selaras tetap menang  tender.

Kabag Administrasi Pembangunan Kota Probolinggo Gofur Effendy menjelaskan, pihaknya sudah mengecek keberadaan PT Cipta Prima Selaras pada pengguna anggaran proyek pembangunan tahun sebelumnya,  di Kota Pasuruan. Hasilnya, tidak ada blacklist pada PT tersebut.

“Blacklist itu kan harus ada hitam di atas putih, ada legal formalnya. Nah, sampai saat ini, saat Pokja klarifikasi pada yang punya proyek tahun lalu di Pasuruan, tidak ada hitam di atas putih untuk blacklist,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya menurut  Gofur, tidak berani menggugurkan hasil tender. “Kalau digugurkan,  Pokja bisa di praperadilankan oleh pemenang tender,” pungkasnya. (radar)