Browse By

Mabuk, Salah Ambil Motor, Nyaris Dimassa

MR yang kemarin nyaris dimassa lantaran salah mengambil motor.

WINONGAN – Sungguh sial apa yang  dialami oleh MR, siang kemarin(16/7). Pria berusia 29 tahun asal Winongan itu nyaris menjadi bulan-bulanan pengunjung wisata pemandian Banyubiru. Pasalnya, massa mengira bahwa MR merupakan pelaku  pencurian sepeda motor.

Beruntung, aparat desa dan polisi cepat datang ke lokasi kejadian. Sehingga, MR dapat di-  cegah sebelum diamuk massa. Informasi yang berhasil dihimpun, insiden itu bermula saat MR keluar dari lokasi pemandian yang terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan.

Begitu sampai di lokasi parkir,  MR mengeluarkan motor Yamaha Vega. Kejadian itu membuat pemilik motor secara spontan meneriakinya maling.  Mendengar teriakan demikian, pengunjung lainnya langsung berdatangan. MR dikerubuti  massa yang marah lantaran mengiranya sebagai pencuri.  Bahkan, MR sempat mendapatkan bogem mentah dari massa yang kesal.

Kepala Desa Sumberejo Sakri  Singo Mulyo Laksono menjelaskan bahwa peristiwa amuk  massa itu terjadi sekitar pukul  11.00 siang. “Pengunjung (Banyubiru) sangat banyak, sehingga kami tidak bisa memastikan dia mencuri apa tidak.  Massa menggerumuninya. Oleh karena itu, kami melaporkan  kepada polisi untuk diamankan,  menghindari amuk massa,” ungkapnya.

Loading...

Sementara itu, Kapolsek Winongan, AKP Handoyo membenarkan hal itu. “Kami menerima laporan yang menyebutkan ada  orang yang diduga hendak mencuri motor. Kami langsung menuju ke lokasi dan mengamankannya untuk diperiksa di mapolsek,” terang AKP Handoyo.

MR pun sempat dicecar beberapa pertanyaan oleh petugas  kepolisian. Ia diperiksa selama  beberapa jam. Sementara, petugas kepolisian juga terus mengumpulkan informasi dari  pengunjung yang lain. Hasilnya, lanjut Handoyo, MR tidak bermaksud melakukan  tindak pencurian.

“Kami pastikan bahwa yang bersangkutan sedang dalam kondisi mabuk.  Saat keluar dari lokasi wisata,  dia salah mengambil motor orang lain di parkiran,” tegasnya. Handoyo juga menyampaikan  bahwa MR yang merupakan  warga Winongan itu datang ke lokasi wisata Banyubiru sejak  pagi hari.

Nah, saat memasuki lokasi pemandian, MR menenggak minuman keras hingga menyebabkannya mabuk. Belum sepenuhnya sadar dari pengaruh miras, MR berniat pulang. “Jadi, ini murni karena dia terpengaruh minuman keras. Dia  datang membawa motor Honda Absolute Revo yang masih bagus.  Namun, motor yang hendak ia  bawa Vega, kondisinya sudah jelek. Posisi motornya dan motor Vega memang berdekatan,” beber Handoyo.

Selanjutnya, polisi telah melakukan pemanggilan terhadap  kepala desa, orang tua MR, dan  sejumlah saksi. Penyelidikan kasus tersebut kemudian dihentikan karena disebabkan oleh kesalahpahaman.  “Ini, salah paham. Secara personal saya tahu MR sehari- harinya,  dia tidak ada catatan kriminal.  Hanya saja memang dia sedang mabuk,” lanjutnya. (radar)