Browse By

Koleksi Lengkap, tapi Masih Sepi Pengunjung dan Pembeli

Suasana Outlet Bunga di Ledug yang tampak sepi, kemarin

NAMANYA memang sederhana yakni Outlet Bunga. Tujuannya, hanya untuk kemudahan, namun memiliki arti keren. Sesuai namanya, Outlet  Bunga ini memang menjual aneka tanaman hias maupun bunga. Lokasi persisnya berada di Lingkungan Alam   Indah, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen.

Saat koran ini berkunjung ke sana pagi kemarin, suasana tampak lengang. Ada beberapa pedagang yang sedang menunggu pembeli di lapaknya. Sebagian besar merawat  koleksi dagangannya, seperti menyiram air atau memotong tanamannya.

Semua pedagang terlihat sabar menanti rezeki. Kondisi yang sepi itu terjadi sejak  pagi hari. Meski kemarin hari libur,  koran ini tidak melihat wisatawan yang  datang. Bahkan, untuk sekadar melihat-lihat. Namun, para pedagang tetap menanti dengan rasa optimistis. Outlet Bunga di Ledug ini dibangun  pada 2015 lalu.

Menelan biaya sekitar Rp 500  juta dari APBD, Pemkab Pasuruan bahkan memberikan lahan untuk dipakai para pedagang. Bahkan, terus membantu  membangunnya. Seperti menambah kelengkapan sarana dan prasarana pendukungnya di   tahun lalu maupun tahun ini.   Fasilitas itu berupa toilet, kantor, dan musala. Tapi, Outlet Bunga ini masih   sepi.

Loading...

“Pengunjung dan pembeli yang datang ke Outlet Bunga  ini, tiap harinya bisa dihitung dengan jari. Tidak dipungkiri, masih sepi,” ujar Wahab, salah  seorang penjual dan penghuni  di Outlet Bunga.   Kondisi itu diakui Wahab, terjadi sejak dibuka setahun silam. Memang ada sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Tretes, datang ke Outlet Bunga.

“Hanya  segelintir orang di hari libur, itu  pun tak sering. Apalagi jika hari biasa,” kata Wahab. Dengan fasilitas yang ada dan   lahan seluas satu hektare, Outlet Bunga di Ledug sebenarnya menjadi terbesar dan terlengkap  di Kabupaten Pasuruan.

Sedi kitnya, ada 43 pedagang bunga yang berjualan di Outlet Bunga.  Para pedagang seluruhnya berasal dari Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen.  Koleksi yang ada, tak kalah  lengkapnya dengan di daerah  lain yang sama-sama penghasil  bunga hias di Jatim.

Seperti di Batu, Malang dan Mojokerto.  Mulai dari jenis pule, cemara dang, aneka anggrek, dan palem. Lalu, bougenvil, mentaos, pandan bali, mawar jambu, dan   masih banyak lainnya.  “Sedikitnya di outlet ini, ada sekitar 50 jenis bunga atau tanaman hias yang dijual. Dari  yang harganya ribuan, hingga jutaan rupiah. Tergantung jenis serta ukurannya, menurut kami  lengkap dan tak kalah dengan  Batu dan Malang,” ucap Naman, salah seorang penjual lainnya.

Bahkan, aksesnya pun mudah dijangkau, permukaan jalannya  beraspal dan kondisinya baik.  Dari pusat kota Prigen hanya  berjarak sekitar tiga kilometer,  sedangkan Pandaan kurang lebih sepuluh kilometer. Lokasinya berada didataran  tinggi, tepatnya kaki Gunung Welirang dengan ketinggian sekitar 700 meter dari permukaan air laut.

Untuk menuju ke lokasi,wisatawan akan disajikan pemandangan alam bagus di sekelilingnya. Apalagi, masih satu kompleks dengan arena pacuan kuda di kelurahan setempat.  Menghadapi kondisi sepinya pembeli, pedagang seperti Wahab dan pedagang lainnya belum  bisa berbuat banyak.

Sebaliknya, hanya bisa bersabar dan tetap berjualan tiap harinya. Karena  merawat dan menjual bunga hias, merupakan mata pencaharian utama. Di samping berkebun ke tegal.  “Mungkin belum banyak yang tahu lokasinya, sehingga menjadi sepi. Penyebab utama karena apa, kami kurang tahu.  Selama ini, faktanya di lapangan   memang minim papan nama petunjuk arah atau lokasi Outlet  Bunga di Ledug,” tukas Muji,  pedagang lainnya.

Selama setahun terakhir beroperasi, kata Muji, adalah pengunjung yang datang dari Tretes.  Mereka berkunjung usai pulang dari berwisata ke Tretes. Lalu,  mampir ke tempat ini. Sekedar  lihat-lihat, bahkan di antaranya  juga beli. “Kebanyakan  berasal  dari luar daerah, seperti Surabaya,   Sidoarjo, hingga Gresik,” beber  Muji.

Muji menyadari bahwa para pedagang memang harus bersabar. Termasuk menantikan rencana besar pemkab untuk menjadikan Prigen sebagai wisata keluarga. “Tempat ini bagian dari pendukung wisata keluarga di Prigen. Kami tahu  butuh proses dan bertahap   menuju ramai dengan pengunjung dan pembeli. Tentunya  pemkab lewat instansi terkait  turun tangan membantunya di   lapangan,” tuturnya.

Menanggapi kondisi seperti ini di Outlet Bunga Ledug, Camat Prigen Mujiono tidak tinggal diam. Sebaliknya, terus menampung keluhan, saran, serta masukan dari para pedagang bunga  hias di outlet ini. “Untuk berkembang memang  tak mudah dan butuh waktu.  Tidak cukup setahun, tapi bisa  saja lebih. Terkait masukan  serta kritik membangun, kami   siap menampungnya. Lalu, meneruskannya ke instansi terkait  untuk kebijakan dan langkah  selanjutnya,” kata Mujiono. (radar)