Browse By

Joki Drag Bike Tewas saat Latihan

Tampak di dalam ponsel foto Doifi (dilingkari) yang pernah memenangi Drag Bike Bhayangkara Cup 2016.

MAYANGAN – Rencana Ahmad Doifi, 21, untuk mengikuti event Drag Bike Bhayangkara Cup, batal. Itu, setelah pemuda asal RT 2/RW  2, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tewas karena mengalami kecelakaan,  Sabtu (15/7) sore lalu.

Ironisnya, pria yang juga dikenal sebagai joki drag bike ini meninggal saat berlatih drag bike  di Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Sehari sebelum ikut event drag bike, Doifi memang tengah berlatih bersama dengan kelompoknya uji coba.

Kabar kematian Doifi membawa duka bagi keluarga. Salah satunya Bunyamin, 46, ayah korban. Bunyamin mengatakan,  anaknya memang hobi akan balapan, terutama drag bike. Bahkan, saat hendak mengikuti event  drag bike yang digelar di Jalan  Raya Brantas, Doifi sempat meminta uang kepadanya sebesar  Rp 100 ribu, untuk mendaftar.

Ayah korban juga tak menyangka Doifi bakal pergi selamanya di usia muda. Terlebih, akibat kecelakaan saat tengah melakoni hobinya. Bunyamin mengungkapkan bahwa pihaknya baru mengetahui kejadian itu sekitar pukul  20.00, Sabtu (15/7).

Loading...

Pihaknya  mendengar dari kawan salah  satu anggota kelompok motor anak nya yang hendak bertanding keesokan harinya (Minggu).  “Sekitar pukul 17.00, anak saya di jemput temanya. Bilangnya  mau latihan untuk drag bike besoknya (Minggu, Red), sekaligus setting motornya. Sekitar pukul  20.00, saya mendapat kabar bahwa Doifi jatuh dari motor dan dirawat di UGD RSUD Moh. Saleh,” terangnya.

Akhirnya, pihaknya bersama  sang istri, Suparti, 40, langsung mendatangi UGD. Sayangnya,  tak selang lama, dia mendapat  kabar bahwa nyawa anak pertamanya itu tak dapat tertolong.  “Mau bagaimana lagi, Mas, saya  ikhlas. Mungkin ini ujian saya,” bebernya saat ditemui koran ini dikediamannya, kemarin.

Pihaknya mengungkapkan bahwa informasi yang ia dapat, lantaran timnya sudah terdaftar. Maka, langkah yang diambil oleh kelompok motor anaknya yakni mengganti jokinya. Namun, pihaknya kurang tahu persis siapa joki pengganti anak sulungnya itu.

Bunyamin menyebutkan, Doifi memang gemar akan balapan. Bahkan, di event Bhayangkara Cup 2016, Doifi pernah juara ke lima. Sebagai ayah, Bunyamin mendukung hobi anaknya. Terpisah, Kasatlantas Polres Probolinggo Kota AKP Alpo Gohan mengungkapkan bahwa insiden itu tidak diketahuinya.

Apalagi, hingga berita ini diturunkan, dia belum mendapat laporan terkait dengan kejadian tersebut. Terkait dengan kejadian tersebut, pihaknya mengimbau agar siapapun tidak meniru korban. Ter- lebih, melakukan latihan dengan menggunakan jalan umum.

Pasalnya, selain menggangu aktivitas pengguna jalan lainnya, juga membahayakan diri sendiri. Syarat untuk menghindari terjadinya kecelakaan serupa, baik latihan atau tidak harus tetap mengutamakan keselamatan. Minimal menggunakan pelindung kepala seperti helm dan alat pendukung lainya. Seperti sarung tangan, jaket, dan sepatu.

“Apapun yang dilakukan, jika itu merupakan jalan umum dan dapat mengganggu keselamatan di jalan, tidak dibenarkan. Jika mau latihan harus dijalan khusus. Dan, tetap memperhatikan keselamatan dengan menggunakan helm dan pelindung badan,”  pungkasnya. (radar)

Incoming search terms:

  • ahmad doifi
  • kecelakaan ahmad doifi