Browse By

Eks Kades dan Ketua RW Disel

Ilustrasi

GONDANGWETAN – Mohammad Syafik,  57, dan Abdul Ghofar, 51, warga Desa Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, diamankan aparat Polres Pasuruan Kota. Keduanya disangka melakukan tindak pidana penggelapan dana  kompensasi dari sebuah tempat wisata di kawasan tersebut.

Pada November 2010, Syafik yang masih menjabat sebagai Kepala Desa Ranggeh itu telah menerima dana kompensasi dari pengelola wisata pemandian di kawasan tersebut. Dana  kompensasi sebesar Rp 50 juta diberikan, untuk dibagikan  pada 8 warga yang rumahnya terlewati aliran air untuk kolam pemandian tersebut.

Namun, uang tersebut tak semua dibagikan. Alih-lain pembagian dana merata, bahkan lebih dari lima puluh persennya, tak diberikan kepada warga yang bersangkutan. Delapan warga tersebut masing-masing hanya  menerima Rp 750 ribu hingga  Rp 2 juta dari tersangka Syafik.

“Dari 50 juta uang kompensasi yang diterima tersangka, yang dibagikan totalnya hanya 13,750 juta,” ungkap AKP Riyanto, Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata tersangka Syafik tak ‘bermain sendiri. Ada nama Abdul Ghofar,  ketua RW dari delapan warga yang juga terlibat.

Loading...

“Itu terungkap setelah pegawai kolam pemandian itu mengkroscek saluran pipa lantaran air yang mengalir ke kolam pemandian tidak lancar. Disana, pegawai itu menyinggung masalah besaran dana kompensasi, ternyata tidak sama dengan pernyataan pegawai kolam  itu,” imbuh Riyanto.

Alhasil, penyidik pun beberapa waktu melakukan proses penyelidikan. Setelah beberapa kali menjalani proses pemeriksaan, penyidik Satreskrim Polres Pasuruan Kota akhirnya menetapkan keduanya sebagai tersangka. Keduanya juga telah menghuni sel Mapolres Pasuruan Kota, sejak Jumat (14/7) lalu.

“Kedua tersangka telah ditahan  atas kasus tindak pidana penggelapan dengan jeratan Pasal 372  KUHP. Kami juga telah mengamankan dua lembar surat pernyataan yang ditandatangani delapan warga yang menerima  dana kompensasi, lengkap dengan disebutkan masing-masing  besaran dana yang mereka terima,” tandasnya. (radar)