Browse By

Lima Guru Ajukan Cerai Per Hari

DIsdikpora memberikan pembinaan pada para guru untuk mengantisipasi makin tingginya perceraian di kalangan guru.

MAYANGAN – Kasus perceraian di kalangan tenaga pendidik di Kota Probolinggo menjadi sorotan Wali Kota  Probolinggo Rukmini. Sebab, angka perceraian guru cukup tinggi di kota. Tiap hari, rata-rata lima guru  mengajukan berkas perceraian ke wali kota sebagai  pembina kepegawaian. Hal ini diungkapkan Rukmini saat mengukuhkan 10  kepala sekolah, Senin (10/7).

“Setiap hari ada lima guru yang mengajukan izin perceraian ke saya. Ini sangat memprihatinkan, karena guru adalah panutan masyarakat,” ujarnya. Rukmini pun meminta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo untuk  mengambil sikap atas tingginya angka perceraian guru itu.

“Termasuk melakukan pembinaan kepada guru-guru  ini,” ujarnya.  Moch Maskur, kepala Disdikpora Kota Probolinggo tidak membantah tentang tingginya angka perceraian di kalangan guru. Salah satu penyebabnya, menurutnya karena perselingkuhan.

“Banyak guru yang terlibat dalam forum guru. Ketika habis pulang, boncengan. Ini, yang akhirnya berujung pada perselingkuhan,” ujarnya. Untuk mengantisipasi hal ini, Disdikpora telah melakukan pembinaan kepada guru-guru mulai dari tingkat UPT.

Loading...

Pembinaan ini dilakukan oleh Disdikpora dengan menggandeng Badan Kepegawaian dan  Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). “Kasus perceraian guru ini memang memprihatinkan, karena guru adalah sosok yang menjadi panutan masyarakat. Apalagi jika kasus perceraian ini didengar  oleh muridnya. Ini, adalah hal yang kurang baik,”  tambahnya. (radar)