Browse By

Ditolak 3 SMP Negeri, Wadul DPRD

Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo Abdul Azis saat menerima Sakur dan adiknya, Endang.

MAYANGAN – Gara-gara tidak di terima di tiga SMP Negeri di  Kota Probolinggo, seorang calon siswa asal Kelurahan/Kecamatan  Kedopok, Kota Probolinggo, tidak mau melanjutkan sekolah. Siswa berinisial Mfr itu murung alias  putus asa, sehingga membuat   orang tuanya kalang kabut.

 Sakur, 45, ayah Mfr pun mengadu ke Posko Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang dibuka Komisi 1 DPRD Kota Probolinggo. Kemarin  (14/7), Sakur datang ditemani  adiknya, Endang, 27, warga Kelurahan/Kecamatan Kedopok.

Mereka ditemui Ketua Komisi I   DPRD Kota Probolinggo Abdul Azis dan dua anggota komisi I.  Yaitu, Mujo Wiyono dan David  Rosidi di ruang Komisi I DPRD.  Endang yang lebih banyak bicara menyampaikan, Mfr ke ponakannya mendaftar di tiga SMP saat PPDB  jenjang SMP Kota Probolinggo  dibuka pada 7-8 Juli. Yaitu, di SMP  Negeri 9, SMP Negeri 8, dan SMP  Negeri 6. Sayangnya, Mft tidak di terima di satu pun SMP negeri  tempatnya mendaftar.  

“Keponakan saya itu mendaftar online di tiga SMP negeri. Yakni,  SMP Negeri 9, SMP Negeri 8, dan  SMP Negeri 6. sayangnya tidak  di terima. Sekarang dia murung,  putus asa tidak mau melanjutkan  sekolah,” ujarnya.  Dijelaskan Endang, tiga SMP negeri itu dipilih karena pertimbangan jarak. Dibanding tujuh  SMP negeri yang ada di kota, tiga SMP negeri itu paling dekat jaraknya dengan rumah Mfr.

Loading...

“Sebenarnya panitia meminta  dia mendaftar ke lima sekolah. Tapi, dia hanya mendaftar di tiga  sekolah. Sebab, sekolah yang lain  jaraknya jauh,” tambah Endang. Ketua Komisi I Abdul Azis yang   menerima Sakur dan Endang,  berjanji akan menindaklanjuti laporan itu.

“Kami akan mencari solusi agar tidak ada anak putus sekolah,” katanya. Belum diketahui, apa sebenarnya penyebab tidak diterimanya Mrf di tiga SMP negeri yang dipilihnya.  Apakah, karena faktor jarak atau nilai. Mengingat, PPDB SMP Negeri  di kota memberlakukan sistem  ujian juga.  Namun, politisi PKB ini berjanji akan menyampaikan hal ini pada  Disdikpora Kota Probolinggo.

“Kami akan melihat simulasi PPDB SMP Negeri di Kota Probolinggo. Termasuk jika pagu SMP negeri di Kota Probolinggo sudah penuh,”  ujarnya. Budi Wahyu Rianto, kabid Pendidikan Dasar di Disdikpora Kota Probolinggo menjelaskan, ada  2.669 peserta yang mendaftar  dalam PPDB SMP negeri. Jumlah ini lebih besar dari daya tampung  10 SMP negeri di kota.

“Daya tampung SMP negeri di kota 2.160. Artinya, ada sekitar 509 peserta yang tidak bisa  diterima di sekolah negeri,” tuturnya. Mereka yang tidak diterima di SMP negeri menurutnya, memiliki alternatif untuk mendaftar ke SMP swasta yang  ada di Kota Probolinggo. Sehingga, siswa tetap bisa bersekolah.

“Disdikpora tidak hanya menaungi sekolah negeri. Namun, juga  membina sekolah swasta. Jika sekolah negeri menambah pagu, sama saja Disdikpora mematikan swasta. Maka, alternatif bagi yang tidak diterima di negeri adalah di sekolah  swasta,” ujarnya. (radar)