Browse By

50 Paspor CJH Belum Jadi

Kegiatan manasik haji pada CJH Kabupaten Probolinggo, tahun lalu di miniatur Kakbah.

Karena Ejaan Nama di KK dan KTP Beda

DRINGU – Sebanyak 50 paspor calon  jamaah haji (CJH) Kabupaten Probolinggo belum jadi, hingga saat ini. Kendalanya,  ada ketidaksesuaian ejaan nama antara  yang tertulis di kartu keluarga (KK) dan KTP. Kasi haji di Kantor Kemenag Kabupaten  Probolinggo Muhlason menegaskan hal  itu.

Menurutnya, hingga saat ini semua  persyaratan administrasi untuk CJH  kabupaten sudah mencapai 90 persen. Namun, masih ada persyaratan yang  menemui kendala. Yaitu, pembuatan  paspor untuk 50 CJH yang belum jadi hingga kini. “Saat ini paspor untuk 50 CJH  itu masih diproses,” bebernya.

Muhlason menjelaskan, paspor belum jadi karena ada perbedaan  ejaan nama antara yang tertulis  di KTP dan KK. Rata-rata, penulisan nama di KK menggunakan  ejaan lama. Sedangkan di KTP  menggunaan ejaan baru.  “Karena ejaan nama berbeda, paspos tidak keluar. Supaya keluar, harus ada pergantian ejaan. Ejaannya disamakan,”  tuturnya.

Loading...

Meski demikian, dipastikan Muhlason,  pengurusan paspor itu akan selesai sebelum keberangkatan. “Kapan jadinya, itu kewenangan wilayah sebenarnya. Namun, sebelum berangkat paspor sudah jadi kok,” lanjutnya.  Selain paspor, masalah lain menurut Muhlason, relatif lancar. Misalnya,  kondisi kesehatan 785 CJH dalam   keadaan baik. Sehingga, belum ada CJH yang memerlukan penanganan khusus.

“Nanti sebelum atau mendekati  hari pemberangkatan, kondisi  kesehatan CJH akan dicek lagi,”  tutur pria yang sudah empat  tahun menjabat Kasi Haji itu.  Para CJH ini tergabung dalam kloter 51  dan 52. Mereka akan berangkat dari Probolinggo pada Minggu (13/8) ke Asrama  Haji Sukolilo di Surabaya. Dan, terbang ke Jeddah pada Selasa (15/8). Menurut  jad wal, mereka akan tiba di Probolinggo  pada 24 September 2017.

“Harapannya, mereka semua berangkat dan pulang dengan selamat dan dalam kondisi sehat,” pungkasnya.  Sementara itu, Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo akan menggelar dua kali manasik untuk CJH kabupaten yang berangkat tahun ini. Tujuannya, untuk  meningkatkan pemahaman tentang tata cara pelaksanaan haji.

Seperti disampaikan Evi Fransiska, Bagian Informasi di Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo. “Kemenag mengadakan dua kali, sedangkan dari pemkab sebanyak tiga kali. Jadi, totalnya lima  kali,” beber perempuan yang juga ketua  pelaksana manasik haji Kantor Kemenag  Kabupaten Probolinggo ini. Manasik yang pertama digelar Kemenag Kamis (13/7) di Paseban Sena, Kota  Probolinggo. Sedangkan yang kedua akan  digelar Sabtu (15/7). (radar)