Browse By

Tegur Panitia PPDB SMPN 1 Dringu

Calon wali murid marah di SMP 1 Dringu.

Pagu Ditambah Jadi 35 Siswa

DRINGU – Polemik proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di   SMP Negeri 1 Dringu, Kabupaten Probolinggo, direspons Bupati Puput Tantriana Sari. Bupati menginstruksikan agar pagu dalam satu rombongan belajar (rombel) di SMPN 1 Dringu  ditambah.

Selain itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat juga memberikan teguran pada panitia pelaksana PPDB di sekolah tersebut.  Dispendik langsung melakukan pengecekan begitu mendengar sejumlah  calon wali murid memprotes pelaksanaan PPDB di sekolah yang ada di Jalan Yos Sudarso, Desa Pabean, Kecamatan Dringu, itu.

Hasilnya, Dispendik menilai adanya ketidakcermatan dari sistem ranking yang dilakukan  panitia. Namun, Dispendik tidak menemukan dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) dalam PPDB tersebut. Misalnya, ada siswa yang dari nilainya kurang, namun bisa diloloskan asal membayar sejumlah uang.

Loading...

Meski tidak menemukan adanya praktik pungli,  Dispendik tetap melayangkan  surat teguran pada panitia. Yang ada, siswa dengan nilai  rendah ternyata siswa berkebutuhan khusus. Ada dua siswa berkebutuhan khusus yang diterima di SMPN 1 Dringu.

Kedua  siswa itu diantar langsung oleh sekolah dasar asal sekolah.  Selain itu, sesuai petunjuk  dari Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, perlu dilakukan perbaikan sistem ranking  dalam PPDB di SMPN 1 Dringu  tersebut. Kemudian, Bupati  juga mengizinkan untuk penambahan kuota pagu rombel di SMP tersebut.

Yaitu, tiap rombel ditambah 3 siswa. Sehingga, ada  penambahan kuota sebanyak  21 siswa baru.  Awalnya, SMPN 1 Dringu hanya  menerima 224 siswa. Ratusan  siswa itu dibagi dalam 7 rombel.  Masing-masing rombel ada 32 siswa.

Dengan berbagai pertimbangan, Bupati Tantri mengizinkan SMPN 1 Dringu untuk menambah pagu di setiap rombel menjadi 35 siswa. Sehingga,  total SMPN 1 Dringu bisa menerima 245 siswa baru.  “Sesuai dengan surat edaran  dari Kementerian Pendidikan, diperbolehkan menambah kuota dalam satu rombel. Sesuai petunjuk Ibu Bupati, ternyata juga mengizinkan untuk menambah  kuota pagu di SMPN 1 Dringu itu,”  kata Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina.

Dewi–sapaan akrabnya–mengungkapkan, pertimbangan penambahan kuota di SMPN 1 Dringu, dikarenakan banyaknya siswa lulusan SD berasal dari Kecamatan Dringu. Selain itu, jumlah lembaga SMPN di Dringu sendiri, hanya ada  dua lembaga. Sedangkan sampai saat ini, dua lembaga SMP  tersebut belum bisa membangun ruang  kelas baru, sebagai syarat menambah rombel.

“Kalau dibanding kecamatan  lainnya, jumlah SMPN di Dringu  hanya ada dua. Sedangkan lulusan dari jenjang SD banyak.  Maka, memang pantas untuk  ditambah kuota pagu tiap rombel itu,” terangnya. Dewi menjelaskan, pihaknya  sudah meminta pada panitia  PPDB SMPN 1 Dringu untuk  memperbaiki sistem ranking tersebut. Kemudian, ditambah  21 peserta yang sudah mendaftarkan di SMPN 1 Dringu sebelumnya.

“Jadi, tambahan kuota  21 peserta itu hanya berlaku  bagi peserta yang sudah mendaftar sebelumnya. Tidak boleh  menerima pendaftaran baru lagi,” tegasnya.  Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 1 Dringu Umar  mengaku, sudah mendapatkan  surat teguran dari Dispendik. Pihaknya juga sudah melaksanakan semua petunjuk dari Dispendik. Mulai dari memperbaiki sistem ranking PPDB dan menambah kuota 21 siswa.

“Insya Allah besok sudah diumumkan pengumuman hasil  PPDB terbaru. Dengan perbaikan sistem dan penambahan kuota 21 siswa,” terangnya. (radar)