Browse By

Dapur Pengusaha Telor Puyuh Ludes Terbakar

Dapur sekaligus kandang burung puyuh milik Buran, warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, yang rata dengan tanah setelah terbakar, Kamis (13-7) dini hari.

300 Burung Puyuh Hangus

KADEMANGAN – Sebuah dapur milik penjual  telur puyuh terbakar, Kamis (13/7) dini hari di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan,  Kota Probolinggo. Dapur yang jadi satu dengan kandang burung puyuh itu pun ludes tak tersisa.

Akibatnya, 300 ekor burung puyuh dan 2 kilogram telur puyuh di dapur itu, hangus terbakar. Pemiliknya, Buran, 60, warga setempat yang dikenal sebagai pengusaha telur puyuh, diperkirakan menderita kerugian Rp 15 juta.  Buran menyebut, api berasal dari serbuk kayu dan kotoran  burung puyuh yang dibakar sebelumnya.

Api ini lantas membakar dapurnya. Buran sendiri tinggal sendirian di rumah itu. Istrinya telah lama meninggal, sementara kedua  anaknya tinggal di rumah mereka sendiri. Namun, berdekatan  dengan rumah Buran. “Saya tinggal sendiri, anak-anak saya tidur di rumah sebelah,” terangnya.

Loading...

Sejak satu tahun terakhir, dia  menjadi pengusaha telur puyuh. Karena itu, Buran mengaku kaget dengan kebakaran yang menghabiskan dapur dan usahanya itu. Sebelum kebakaran, menurutnya, sekitar pukul 01.00, Buran sempat terbangun dari tidurnya. Namun, dia tak merasakan apa- apa. Karena itu, dia pun melanjutkan tidurnya.

Sekitar pukul 02.00, Buran mendengar ada suara bambu pecah. Hawa pun terasa panas. Buran pun langsung bangun dan menuju sumber suara. Saat itulah, dia sudah melihat api membakar dinding  dan atap dapurnya yang bersebelahan dengan kamarnya.

“Saat saya bangun sekitar pukul 02.00, saya lihat api sudah tinggi,” bebernya. Buran pun langsung membangunkan kedua anaknya. Mereka dibantu tetangga sekitar lantas  berusaha memadamkan api. Sekitar pukul 03.30, petugas PMK  Kota Probolinggo datang dan turut memadamkan api.

Api pun  berhasil dipadamkan, sekitar pukul 04.00. Namun, dapur milik Buran sudah rata dengan tanah. Buran menyebut, api yang membakar dapurnya itu berasal dari sisa bakar-bakar yang dilakukannya. Buran mengaku biasa membakar kotoran burung  puyuh dan serbuk kayu. Tujuannya, untuk mengusir nyamuk.  Namun, baru kali ini terjadi kebakaran.

Kapolsek Kademangan Kompol Kasman membenarkan kebakaran itu. Menurutnya, kebakaran terjadi pukul 02.00, sedangkan damkar datang sekitar pukul 03.30. Api lantas dapat dipadamkan pukul 04.00. ”Sebelumnya, kami tidak tahu ada kebakaran. Sebab, tidak ada laporan. Begitu damkar lewat, anggota melaporkan ada peristiwa kebakaran itu,” bebernya.

Menurut Kasman, dapur korban cepat terbakar karena ada serbuk kayu di sana. Apalagi bangunannya terbuat dari separuh sesek yang mudah terbakar.  Kasman pun mengimbau  warga untuk berhati-hati saat membakar sesuatu. Sebab, saat  ini cuaca panas, ditambah dengan angin Gending. (radar)