Browse By

Motor Raib di Rumah Kacabdin

Ilustrasi

MAYANGAN – Rumah Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Adimas Lutfi Putrajaya jadi  sasaran pelaku pencurian kendaraan  bermotor (curanmor), Selasa (11/7)  malam, sekitar pukul 18.30.

Sebuah  motor milik temannya yang diparkir  di halaman rumah, raib digondol  maling.  Dimas –sapaan akrabnya–mengatakan, pada hari kejadian, ia bersama temannya, yakni Ahmad Fauzi, 38, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, hendak mengikuti rapat di Kraksaan  dengan mengendarai mobil.

Karena  itu, Ahmad Fauzi menitipkan motor CB 150 R  warna putih  dengan nopol N  6156 NS miliknya  itu di rumah Dimas yang ada di RT 8/RW 1, Kelurahan Sukabumi,  Kecamatan Mayangan.  “Saya berangkat sekitar pukul 08.00. Rumah dalam keadaan kosong karena istri saya juga bekerja. Tapi, pagar dan pintu rumah dikunci,” terangnya pada Jawa Pos Radar Bromo,  kemarin (12/7).

Sekitar pukul 18.00, istrinya iba di rumah. Saat itu, motor korban masih ada di halaman. Sayangnya, istri Dimas lupa tidak  mengunci pagar. Diduga, pela ku masuk melalui pagar dan  menggondol motor korban. Fauzi sendiri mengaku jika motornya sudah dikunci setir.

Loading...

Satu jam kemudian, Dimas dan Fauzi tiba di rumahnya. Betapa  kagetnya Dimas dan Fauzi melihat motor tersebut sudah tak ada di lokasi semula. “Diperkirakan kejadiannya sekitar pukul 18.30. Sebab, ketika istri saya pulang sekitar pukul 18.00, motor masih ada,” terangnya.

Ahmad  Fauzi langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Mayangan. Menurut Dimas, aksi curanmor di kelurahan tempatnya tinggal,  bukan sekali ini saja. “Informasi dari tetangga, sudah sekitar 15 motor dalam sebulan ini  hilang di Kelurahan Sukabumi,” ujar pria yang menjabat Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Dansatkorcab) Banser Kabupaten Probolinggo itu.

Sementara itu, Kapolsek Mayangan Kompol Wiwoho mengaku belum mengetahui adanya laporan aksi curanmor  pada Selasa malam. “Belum ada laporan, nanti kami cek,” katanya. Wiwoho juga membantah adanya 15 kejadian di Kelurahan   Sukabumi dalam kurun waktu  sebulan terakhir.

Terkait kejadian itu, ia meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab, pelaku selalu memanfaatkan kelengahan korban ketika beraksi.  Mengunci pintu pagar dan rumah menurut Wiwoho, wajib dilakukan oleh warga.

Termasuk menggalakkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) untuk mencegah kejadian serupa terulang. Terpisah, hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Pujiyono. Satuannya terus melakukan  pencegahan dengan cara melakukan patroli.

Namun, hal itu  bukan jaminan tidak adanya kejadian curanmor. Kewaspadaan juga harus dilakukan masyarakat untuk mencegah kejadian tersebut. “Jangan pernah teledor dengan tidak mencabut  kunci kontak di sepeda motor.   Upayakan motor masuk di dalam rumah,” pintanya. (radar)