Browse By

Diduga Curang, Calon Wali Murid Lurug SMPN 1 Dringu

Salah seorang wali murid memprotes proses PPDB di SMPN 1 Dringu, kemarin (12/7).

Protes Nama Anaknya yang Terlempar

DRInGU – Sejumlah calon wali murid ngelurug SMP Negeri 1 Dringu, Kabupaten Probolinggo, kemarin (12/7). Mereka melayangkan protes  karena nama anaknya tidak masuk dalam daftar siswa yang diterima di  sekolah tersebut. Padahal, jika melihat nilai siswa yang diterima, nilai  anaknya jauh lebih tinggi.

Wali murid mulai mendatangi sekolah yang ada di Jalan Yos Sudarso,  Desa Pabean, Kecamatan Dringu, itu
sekitar pukul 08.30. Mereka menuding  PPDB di sekolah tersebut diwarnai  kecurangan.  Bahkan, wali murid menuding  pihak sekolah melakukan pungutan liar (pungli) dalam PPDB tersebut.

“Pasti ada pungli di sekolah  ini. Nilai yang tinggi aja tidak  bisa masuk ke sekolah ini. Alasannya apa?” ujar Sukardi, salah satu wali murid asal Desa Pabean, Kecamatan Dringu.  “Nilai cucu saya lebih tinggi daripada temannya yang diterima,” ujar Sukardi.

Loading...

Padahal,  menurutnya, untuk masuk ke  SMP, tidak dilakukan ujian tambahan. Melainkan hanya menggunakan syarat nilai ujian nasional dan ujian sekolah. Diketahui, untuk SMPN 1 Dringu  batas pagu siswa yang diterima  sebanyak 224 dari 287 siswa  pendaftar.

Tapi, karena ada 3  siswa yang tinggal kelas, maka pagu yang diterima menjadi 221  siswa saja. Nursijo, wali murid lainnya juga menduga hal yang sama. “Saya berharap jangan seperti  ini lagi (ranking tidak sesuai dengan nilai, Red). Karena kalau   sampai seperti ini lagi, pasti akan  didemo lagi,” ujar pria 45 tahun tersebut.

Pihak sekolah sendiri tidak memberikan penjelasan terkait kekecewaan yang diutarakan  calon wali murid tersebut. Namun,  pihak sekolah akan melaporkan  kejadian ini ke Dinas Pendidikan. “Kami tidak berhak memberikan  tangggapan karena kami hanya   sebagai pelaksana saja,” ujar Sunarto, selaku tim pelaksana PPDB di SMPN 1 Dringu.

Sejatinya, pihak sekolah sudah meminta data siswa yang merasa nilainya lebih tinggi dari  siswa yang diterima. Namun,  calon wali murid tidak mau memberikan data siswa tersebut. Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Kecamatan Dringu Adimas Lutfi Putra Jaya mengaku jika PPDB di SMPN 1 Dringu sudah sesuai prosedur. Tetapi, ada beberapa warga yang tidak puas karena  putranya tidak lolos.

“Tetap kita tampung protes  dari warga dan akan dibahas serta dilaporkan ke dinas untuk mencari solusi nantinya. Yangjelas, siswa ini harus melanjutkan sekolah ke jenjang  MP. Koordinasi dengan dinas akan dilakukan hari ini (kemarin, Red).  Saya minta agar muncul solusi,” ujarnya. (radar)