Browse By

Daerah Dukung Kebijakan Pusat

PROBOLINGGO – Para nelayan di Indonesia, termasuk nelayan di Kota Probolinggo, bisa tersenyum lega. Sebab, pemerintah  pusat melalui staf kepresidenan, memperpanjang penggunaan alat tangkap jaring cantrang atau payang bagi nelayan sampai Desember 2017.

Kabar baik itu disampaikan Zain, mewakili 235 nelayan Kota Probolinggo yang ikut demo ke Istana Merdeka, Selasa (11/7) untuk memprotes larangan penggunaan alat tangkap cantrang bagi nelayan. Warga  Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu menyebut, pemerintah telah memberi kelonggaran dan kemudahan kepada nelayan dengan memperpanjang  penggunaan alat tangkap cantrang sampai  Desember 2017.

“Dengan demikian, nelayan bisa kembali  melaut meski menggunakan cantrang atau  payang. Hanya saja, izin melaut tersebut dibatasi sampai Desember 2017,” tuturnya. Sementara itu, Fitriawati, kabid Pengembangan Usaha Perikanan  pada Dinas Perikanan Kota Probolinggo menegaskan, pihaknya mengikuti hasil demo nelayan  di Istana Merdeka, Jakarta.

Termasuk, perpanjangan izin penggunaan alat tangkap cantrang  bagi nelayan sampai Desember  2017. Izin penggunaan cantrang ini,  sebelumnya menurut Fitri, panggilannya, berakhir pada Juni 2017.  Karena itu, kapal harus mengurus SIPI (surat izin penangkapan ikan) baru dengan alat tangkap  bukan cantrang.

Loading...

Namun, dengan adanya kebijakan itu, daerah menurutnya akan menyesuaikan dengan aturan yang ditetapkan pusat. Sementara implementasinya, menunggu surat resmi dari pusat turun ke daerah.   “Kalau kami di daerah kan mengikuti aturan dari pusat.  Kalau pusat memutuskan untuk  memperpanjang, daerah akan mengikuti. Pelaksanaannya seperti apa, kami menunggu surat   resmi dari pusat,” terangnya.

Dalam hal ini, menurut Fitri,  pihaknya juga  menunggu surat  pemberitahuan dari Pemprov Jawa Timur. Sebab, perizinan kapal ukuran 10-30 GT yaitu   SIPI (surat izin penangkapan  ikan), merupakan wewenang Pemprov. Sedangkan daerah hanya berwenang pada kapal di bawah  ukuran 10 GT. Bentuknya bukan   izin, hanya bukti pencatatan. (radar)