Browse By

Berkas Pleidoi Ketinggalan, Sidang Ditunda

MAJELIS hakim Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, terpaksa harus kembali menunda sidang lanjutan kasus pembunuhan  dengan terdakwa Dimas Kanjeng  Taat Pribadi. Sebab, kemarin  penasihat hukum terdakwa belum siap  membacakan pleidoi  atas tuntutan jaksa  penuntut umum (JPU).

Alasannya, berkas pleidoi yang sudah  di susun ketinggalan di mo bil waktu hendak take off dari pesawat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Karenanya, majelis hakim yang diketuai Basuki Wiyono, itu menunda persidangan beragenda  pembacaan pleidoi itu, Selasa  (18/7).

Dalam persidangan, penasihat  hukum terdakwa Muhammad   Soleh meminta maaf kepada  majelis hakim karena pleidoinya belum dapat dibacakan kemarin.  “Berkas pembelaan atau pleidoi  sebetulnya sudah siap. Tapi, ada sedikit kendala. Berkas pleidoi  itu ketinggalan di mobil saat turun dari pesawat di Bandara Tangerang, Jakarta Selatan. Karena buru-buru, berkas itu ketinggalan,” ujarnya usai persidangan.

Loading...

Disinggung soal poin dalam pleidoinya, Soleh mengatakan, pada prinsipnya dari fakta- fakta persidangan tidak ada satupun saksi yang  mengatakan Dimas  Kanjeng, terlibat dalam pembunuhan  terhadap Abdul Gani itu. Bahkan, keempat  terdakwa yang telah mengakui   membunuh Abdul Ghani sudah dihukum.

“Intinya, kami dalam pembelaan memohon kepada majelis hakim membebaskan Taat Pribadi dari hukuman,”  ujarnya. Sedangkan, JPU Muhammad  Usman mengatakan, penundaan  sidang karena berkas pleidoi dari penasihat hukum terdakwa ketinggalan merupakan wewenang  majelis hakim. Tapi, pihaknya meginginkan pekan depan pembacaan pleidoi ini tidak  tertunda lagi.

“Kami meminta, pleidoi itu dibacakan pada sidang  depan,” harapnya.  Diketahui, Senin (3/6) lalu, JPU menuntut terdakwa Dimas Kanjeng dituntut dengan hukuman selama seumur hidup. Sebab, pemilik padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan  Gading, itu dianggap terbukti  membunuh Abdul Gani. Yakni,  sebagaimana diatur dalam pasal  340 KUHP tentang Pembunuhan   Berencana.

Atas tuntutan itu, penasihat hukum terdakwa meminta waktu  untuk mengajukan pembelaan.  Tapi, kemarin penasihat hukum  terdakwa belum bisa membacakan pleidoinya karena berkasnya tertinggal. Sehingga,  kembali dijadwalkan pekan depan. (radar)