Browse By

Tersinggung, Guru Ngaji Dibacok

Korban Halili saat menjalani perawatan di Puskesmas Maron. Ia mengalami luka bacok di leher bagian belakang.

MARON – Sukri Hedi, 59, warga Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten  Probolinggo, diamankan anggota Polsek Maron. Pasalnya, ia tega membacok Halili,adik ipar istri tersangka. Akibatnya, korban  yang merupakan guru ngaji ini, mengalami  luka bacok di bagian lehernya. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar   Bromo menyebutkan, peristiwa bacokan itu terjadi sekitar pukul 10.00, Senin (10/7).

Itu, bermula ketika korban Halili mendatangi rumah tersangka Sukri dengan maksud menanyakan soal Sima, keponakannya yang dilarang menikah oleh Sukri. Kapolsek Maron AKP Budi Handoko mengatakan, Sima merupakan anak hasil pernikahan antara Sahim, kakak Halili, dengan Sami.

Setelah Sahim meninggal,  Sami menikah lagi dengan seorang pria bernama Sukri. Nah, Sukri dikabarkan tidak setuju  ketika anak tirinya, yakni Sima,  akan menikah.  Sempat terjadi pembicaraan antara Halili dengan Sukri. Belakangan, Halili mengusir Sukri  dari rumah tersebut lantaran   tak menyetujui rencana perniahan Sima.

“Korban Halili meminta Sukri keluar dari rumah  tempat tinggalnya, jika tidak menyetujui keponakannya menikah. Alasannya, karena rumah itu  merupakan tempat tinggal Sahim yang merupakan bapaknya Sima atau kakak korban,” terangnya.

Loading...

Kapolsek menambahkan, aksi  pembacokan itu terjadi saat korban menuju ke dapur dan menyampaikan pembicaraannya  itu pada Sami. Ternyata, tersangka Sukri yang tersinggung dengan pengusiran Halili, membacok korban menggunakan parang.

Aksi itu membuat Sami, menjerit. Beberapa saat kemudian   warga pun berdatangan. Setelah membacok, Sukri kemudian  sembunyi di kamar. Sementara,  korban dilarikan ke Puskesmas Maron oleh warga untuk mendapatkan perawatan. Pasalnya, luka  bacok di bagian belakang leher yang diderita Halili cukup parah.

Informasi itu kemudian sampai ke Polsek Maron. Anggota unit Reskrim Polsek langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). “Tersangka berhasil diamankan di dalam kamar rumahnya,” kata Kapolsek. Setelah itu, pelaku digelandang ke Mapolsek untuk   dilakukan penyelidikan. Pada polisi, pelaku mengaku menyesal telah bertindak di luar  batas.

“Tersangka Sukri mengaku menyesal sudah membacok korban. Alasan tersangka membacok karena sakit hati disuruh keluar dari rumah oleh korban,”  tambahnya. (radar)