Browse By

Kursi Dua Kepala OPD Masih Kosong

Wali Kota Sibuk, Mutasi Digelar Malam

MAYANGAN – Sebanyak 72 pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemkot Probolinggo, dilantik bersamaan, Senin malam (10/7). Namun, mutasi masih menyisakan satu kursi kosong. Yaitu, kepala Inspektorat dan Diskominfo.

Kursi kepala Inspektorat mulai kosong, usai digelar mutasi, Senin malam di Ruang Puri Manggala Bakti. Sementara  kursi kepala Diskominfo, kosong sejak  beberapa bulan terakhir. Saat mutasi Senin malam, Sukam dilantik sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BPPKB).

Loading...

Menggantikan posisi Shofwan Thohari. Shofwan sendiri menjabat staf ahli bidang pemerintahan, politik, dan  hukum. Menggantikan posisi Acep Arief Hidayat yang saat ini menjabat Asisten Pemerintahan. Acep sendiri mengisi kursi Asisten Pemerintahan yang  sebelumnya kosong.

Selama kosong,  kursi ini dijabat Plt Rey Suwigtyo. Rachmadeta Antariksa, kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Probolinggo menegaskan, hingga kini posisi kepala Diskominfo dan Inspektorat  memang kosong. Kepala Diskominfo  dijabat Plt Rey Suwigtyo yang juga Asisten  Administrasi Umum.

“Jadi, ada dua kursi eselon II yang  kosong. Yaitu, kepala Inspektorat dan  Diskominfo. Untuk mengisinya harus dilakukan assasment dulu. Karena aturannya untuk menaikkan jabatan dari  eselon III ke eselon II memang harus melalui assasment,” terangnya.

Dalam masa tunggu proses assasment itu, KASN mengatur jabatan yang akan diisi harus kosong dulu. “Aturannya memang seperti itu. Sementara kosong, jabatan bisa diisi Plt,” lanjutnya. Selain melantik 72 pejabat eselon II, III, dan IV, malam itu dikukuhkan 15 guru untuk mendapat tugas tambahan  sebagai kepala sekolah.

Wali Kota Rukmini yang melantik dan mengukuhkan para pejabat dan kepala sekolah menegaskan, bahwa kepala sekolah bukan lah jabatan. “Kepala sekolah ini ada lah tambahan tugas. Selain tugas  utama sebagai pendidik di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, mutasi Senin malam  itu, di luar kebiasaan jadwal pemkot.  Rachmadeta Antariksa, kepala BKPSDM mengatakan, mutasi sengaja digelar malam. Sebab, agenda wali kota padat.  “Agenda wali kota padat, makanya  kita adakan mutasi jabatan ini malam  hari,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Wali Kota Rukmini saat memberikan sambutan dalam mutasi jabatan itu. “Mutasi kali ini berbeda dengan biasanya, karena dilakukan malam hari. Agenda saya padat, jadi dilakukan malam hari. Tadi pagi saya menandatangani pakta integritas dengan KPK. Besok saya ke Jogjakarta untuk menerima penghargaan Paskita Parahita,” ujarnya. (radar)