Browse By

Vijay-Suryono Divonis Ringan

KRAKSAAN – Persidangan kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan dengan terdakwa Ramanatan alias Vijay dan  Suryono di Pengadilan  Negeri (PN) Kraksaan, klimaks. Kemarin (10/7), majelis hakim  PN Kraksaan menyatakan terdakwa penipuan dengan korban Najmiah Mu’in asal Makassar, itu bersalah.

Karenanya, mereka dijatuhi hukuman pidana  meski jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum  (JPU). Vijay diputus bersalah dengan hukuman selama setahun penjara. Vonis ini lebih ringan 6 bulan dibanding tuntutan JPU. Sedangkan,  Suryono dijatuhi hukuman selama 1 tahun 6 bulan penjara.

Sebelumnya,  JPU meminta majelis hakim menghukumnya selama 2 tahun. Vonis terhadap kedua terdakwa ini kemarin dibacakan secara  bergantian. Sebab, dua kasus  ini memang disidangkan  secara terpisah. Pertama,  Vijay dan dilanjut sidang  terhadap Suryono. Dua terdakwa ini diadili karena  dianggap membantu penipuan yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi dengan korban Najmiah.

Loading...

Vijay disebut turut membantu karena menyiapkan tujuh mahaguru untuk menyiapkan  seminar yang akan dilakukan Dimas Kanjeng. Seminar ini sebagai media  untuk menipu para korban. Sedangkan, Suryono merupakan  pengelola keuangan Dimas Kanjeng. Terutama, uang setoran  dari korban Najmiah Mu’in yang mencapai sekitar Rp 200 miliar.

Ketua Majelis Hakim Basuki Wiyono mengatakan, menimbang fakta-fakta dalam persidangan dan keterangan para saksi menyatakan, kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah  membantu melakukan tindak pidana penipuan. Yakni, sebagaimana diatur dalam dakwaan pasal  378 KUHP tentang Penipuan.

 “Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Dan yang meringankan, terdakwa mengakui perbua tan nya,” ujarnya ketika membaca kan vonis  untuk terdakwa Suryono.  Atas putusan itu, kedua terdakwa sama-sama menyatakan menerima.

Penasihat Hukum Vijay, Muhammad Johari mengatakan, putusan majelis hakim itu dianggap sudah bisa diterima terdakwa. Kliennya juga sudah mengakui perbuatannya dan  siap menerima putusan majelis hakim. “Sikap menerima ditentukan sepenuhnya oleh terdakwa  yang menganggap putusan itu  bisa diterima,” ujarnya.

Sedangkan, JPU Rizky Radytia mengaku, masih pikir-pikir dan  akan menyampaikan vonis majelis hakim itu kepada pimpinannya. “Kami sampaikan dulu hasil putusan sidang ini pada pimpinan,” ujarnya. (radar)