Browse By

Sekolah Negeri Kurang Siswa

Data Keurangan siswa di sekolah negeri

Lembaga Pendidikan Swasta Keluhkan Perpanjangan PPDB

PROBOLINGGO – Tidak hanya SMA/SMK Swasta yang masih kekurangan murid. Ternyata, SMA dan SMK Negeri di Kota/Kabupaten Probolinggo maupun Pasuruan, juga merasakan hal yang sama. Tak hanya puluhan murid, sejumlah sekolah bahkan kekurangan ratusan murid.

Seperti yang terjadi di SMK Negeri 3 Kota Probolinggo. Jika merujuk pada laman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di  www.ppdbjatim.net, sekolah tersebut kekurangan 127 siswa. Sejatinya, SMKN 3 rencananya menambah satu rombongan belajar (rombel) untuk jurusan Tata Busana. Namun, penambahan urung dilakukan karena  muridnya kurang.

“Tidak ada  penambahan rombel tahun ini. Karena siswanya kurang. Jadi, tetap 10 rombel,” ujar Siti Rohma Hadi, kepala SMKN 3 saat ditemui harian ini, kemarin (10/7). Siti Rohma yang kemarin didampingi Kusmawati, ketua PPDB   SMKN 3 mengaku masih ada empat jurusan yang belum memenuhi pagu yang ditetapkan. Yakni, maksimal 36 siswa.

Loading...

“Empat jurusan itu antara lain Tata Busana, Tata Boga, Perhotelan, dan Kecantikan. Sedangkan untuk jurusan Desain Komunikasi Visual, tadi sudah genap untuk  satu kelas,” ujarnya. Namun, jika  merujuk pada laman PPDB Jatim,  jurusan DKV juga tercatat kekurangan murid.

Meski jumlah siswa tidak memenuhi pagu, proses pembelajaran akan tetap dilakukan sebagaimana mestinya. “Jika nanti tetap tidak memenuhi pagu,  tetap akan dilaksanakan pembelajaran seperti biasanya,” jelasnya.

Kusmawati mencontohkan, misalnya Tata Busana sudah masuk 90 siswa, sementara ada  3 rombel yang disediakan, maka jumlah siswa akan dibagi jumlah rombel tersebut. “Jadi, masing-masing kelas terisi 30 siswa. Itu, tidak masalah karena pagu maksimal satu kelas itu 36 siswa,”   ujarnya.

Saat disinggung mengenai penyebab belum terpenuhinya pagu  di sekolahnya, Kusmawati menyebut perbedaan mekanisme pendaftaran online tahun lalu dan sekarang menjadi penyebabnya.  “Saat masih dipegang daerah,  mekanisme P2DB ini, setiap siswa berhak untuk memilih jurusan  di 2 sekolah berbeda. Misalnya,  pilihan pertama di SMK 1 dan pilihan ke 2 di SMK 3,” ujarnya.

Namun, untuk mekanisme P2DB tahun ini, siswa hanya bisa memilih jurusan di satu sekolah. Keluhan yang sama juga dirasakan SMKN 4. “Tahun lalu siswa  masih dibebaskan untuk memilih sekolah lain sebagai pilihan sekolahnya,” ujar Kepala SMKN 4 Barnoto.

Namun, tahun ini ada sisi positifnya. Siswa luar kota  yang ingin mendaftar di sekolah  dalam kota, tak perlu menyertakan  surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora).  Saat disinggung mengenai langkah yang dilakukan untuk menutupi kekurangan siswa ini, selain  mengandalkan pendaftaran online yang diperpanjang, SMKN  4 akan membuka pendaftaran  offline.

“Pendaftaran offline sebenarnya  sudah dilakukan, jauh sebelum  pendaftaran online. Tapi khusus  untuk siswa berprestasi dan siswa  inklusi. Namun, kami tetap akan  membuka pendaftaran offline  di sekolah, sampai pagu terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Sri Yuliasih, kepala Cabang Dinas Pendidikan  Kabupaten/Kota Probolinggo, membenarkan jika ada SMA maupun SMK Negeri yang kekurangan siswa. “SMK 2 tinggal sedikit kekurangan siswanya. Sedangkan  SMK 3 dan 4, masih cukup banyak  kekurangannya,” terang Yuli dalam pesan singkat yang dikirimkan ke koran ini.

Untuk memenuhi kekurangan ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur menginstruksikan untuk memperpanjang masa PPDB selama  dua hari. Yakni, kemarin (10/7)  dan hari ini (11/7).  Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah  (MKKS) SMA Negeri Kabupaten  Probolinggo Adin Budi Satriyo   mengatakan, tidak semua SMA- SMK negeri yang membuka pendaftaran gelombang kedua. Melainkan, hanya bagi sekolah yang  kekurangan siswa. 

Soal sekolah swasta yang kekurangan siswa, hal itu tidak bisa  dipungkiri. Adin Budi Satriyo mengatakan, kebijakan menambah waktu untuk PPDB bukan berasal dari sekolah. Melainkan kebijakan Pemprov Jatim. “Jumlah SMA negeri di kabupaten totalnya 17 lembaga. Informasinya, yang kekurangan banyak siswa itu SMAN Tongas, SMAN  Dringu, SMAN Sumberasih, SMAN Gading, SMAN Maron, dan SMAN Sumber. Tiap sekolah hanya boleh  menerima siswa sesuai pagu yang ada,” terangnya. (radar)