Browse By

Tempat Tugas Ribuan GTT Belum Jelas

Dispendik Masih Proses SK-Penempatan

KRAKSAAN – Sejumlah 2.361  guru tidak tetap (GTT) yang sudah  dinyatakan lulus tes dan berhak mendapatkan Surat Keputusan  (SK) Bupati Probolinggo, ternyata  belum jelas tempat tugasnya. Sejauh ini Dinas Pendidikan  (Dispendik) masih memproses  penempatan mantan tenaga sukarelawan itu.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo  Dewi Korina mengatakan, ribuan guru yang akan diangkat berdasarkan SK Bupati itu masih dalam  proses. Mulai dari persiapan SK sampai pada tempat mereka akan  bertugas.

Loading...

“SK untuk para guru  itu masih proses dibuat. SK Bupati  untuk para guru itu sesuai tempat  tugas yang baru juga,” ujarnya,  kemarin.  Dewi menjelaskan, penataan tempat tugas ribuan guru yang  sudah lolos verifikasi dan tes seleksi itu akan disesuaikan kebutuhan.

Mengingat tidak banyak sekolah yang kelebihan guru atau pun sebaliknya. Sehingga, pihaknya harus menata kembali  seluruh tempat tugas para guru  yang kelebihan ataupun kekurangan. “Kami berusaha menempatkan para guru tersebut sesuai kebutuhan dan bidangnya. Butuh proses juga,” ujarnya.

Diketahui, ribuan tenaga magang  atau sukwan di Kabupaten Probolinggo di-PHK (pemutusan hubungan kerja) berdasarkan surat edaran (SE) Bupati Probolinggo Nomor 800/44/426.307/2017.  Melalui surat itu, Bupati meminta  seluruh tenaga magang atau sukwan yang diangkat oleh kepala  satuan kerja perangkat daerah   (SKPD) di-PHK.

Itu, terhitung 6 bulan sejak surat ini terbit pada  23 Januari 2017.  Berdasarkan surat itulah, Pemkab Probolinggo mendata tenaga  magang dan sukwan yang selama  ini bekerja di sejumlah SKPD.  Termasuk, di lingkungan Dispendik. Hasilnya, ada 2.766 tenaga  magang atau sukwan guru yang  selama ini diangkat tanpa surat  keputusan (SK) bupati.

Mei lalu, pemkab membuka lamaran untuk GTT. Hasilnya,  ada 2.467 orang yang melamar. Tapi, hanya 2.370 pelamar dinyatakan lulus verifikasi berkas.  Ribuan pelamar itu harus mengikuti tes wawancara. Hasilnya,  ada 2.361 guru yang berhak menjadi GTT dan akan mendapatkan  SK Bupati.

Sebelumnya, Asisten Adminis-  trasi Umum Pemkab Probolinggo Erlin Setiawati mengatakan, hasil rekrutmen itu langsung diumumkan di setiap Cabang Dinas Pendidikan. Pihaknya juga langsung memproses pembuatan SK Bupati ribuan guru itu.

Dan, status mereka  sejak 1 Juli sudah menjadi guru dengan SK Bupati.  Mereka juga dijanjikan honor sesuai Perbup, sekitar Rp 700 ribu per bulan. Namun, ternyata sejauh ini ribuan GTT itu belum mendapatkan SK dan tempat tugasnya. Karena itu pula mereka  juga belum bisa menikmati  honornya.

Menurut Dewi, honor para guruitu akan diterima sejak SK-nya berlaku, bukan sejak awal 2017.  “Para guru SK Bupati itu beda dengan PNS. Kalau PNS menerima gaji di awal bulan baru mengajar.  Kalau guru SK Bupati, mengajar  dulu baru mendapatkan honor,” ujarnya. (radar)