Browse By

Kunci Motor Korban Digandakan saat Dicuci

Otak perampokan guru SD, Tony Wijaya (kanan) saat dikeler petugas, kemarin.

Tak Ada Motif Dendam dalam Perampokan Guru

MAYANGAN – Ini peringatan  bagi kita semua agar lebih waspada saat mencucikan motor. Apalagi saat mencucikan motor  ke orang yang belum dikenal.  Sebab, saat ini muncul modus  kejahatan baru. Yakni, si pencuci motor menggandakan kunci motor pelanggannya.

Selanjutnya, dengan  bekal kunci motor yang telah di gandakan itu, pelaku beraksi.  Modus itu dilakukan dalam  aksi perampokan dengan korban guru SD, Endang, 34, warga Jalan  Wijaya Kusuma, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Selasa (4/7).

Saat ini, kasus perampokan itu  telah terungkap seluruhnya. Selain mengamankan eksekutor,  polisi juga telah mengamankan  otak perampokan itu. Otak perampokan itu adalah Tony Wijaya, 30, warga Jalan Kapten Patimura, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

Loading...

Sehari-hari, Tony dikenal sebagai  tukang cuci motor. Tony ditangkap polisi Selasa (4/7) malam di kediamanya. Ia  ditangkap usai petugas mendapatkan keterangan dari Nur  Halim, 24, warga Tamansari, Dringu, yang jadi eksekutor perampokan.

Aksi Nur Halim merampok Endang berhasil digagalkan  warga. Nur Halim yang sempat  menembak korban dengan airgun  dan memukul korban pun juga  babak belur dimassa.  Dari pengakuan Nur Halim,  akhirnya polisi mendapatkan  nama Tony Wijaya.

Selama ini  Tony juga mengenal korban.  Sebab, anaknya pernah diajar  Endang.  Kasus itu kemarin dirilis oleh Polres Probolinggo Kota. Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal mengungkapkan, meski kenal dengan korban,  namun perampokan guru SD itu   tak ada motif dendam.

 Pelaku hanya mengenal korban adalah orang kaya. Nah, sebulan  lalu tepatnya sebelum puasa,   Tony juga terlibat dalam pencurian motor Yamaha Mio warna  merah milik Endang. “Jadi, motor Bu Endang yang hilang sekitar sebulan lalu juga pelaku yang melakukannya,” jelas perwira polisi dengan dua melati  di pundaknya itu.   (radar)